Minggu, 17 Februari 2019
Peristiwa - Daerah

Pemkab Sleman Tangani Lubang Besar yang Sedot Air di Kali Kuning

Pemkab Sleman Tangani Lubang Besar yang Sedot Air di Kali Kuning Petugas sedang menutup Lubang Besar Yang Sedot Air di Kali Kuning. (FOTO: Istimewa/TIMES Indonesia)
Senin, 11 Februari 2019 - 23:35

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Jagat maya sempat dihebohkan viralnya video yang merekam peristiwa air sungai Kali Kuning di wilayah Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY yang tersedot ke dasar sungai.

Nah, dari video tersebut terlihat air sungai mengalir ke dasar sungai, tidak mengalir mengikuti aliran sungai. Air itu seolah tersedot menuju sebuah lubang cukup besar yang tepat berada di tengah sungai.

Menanggani peristiwa tersebut, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Pemkab Sleman, Akhmad Subhan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Momentum itu direkam oleh warga di aliran Kali Kuning yang tepat berada di antara jembatan dan bendungan Sidorejo.

Menurutnya, lubang akibat gerusan aliran sungai tersebut berukuran kurang lebih sekitar 4 meter x 3 meter. Kedalaman lubang sekitar 2 meter lebih.
"Betul kejadiannya pada hari Jumat kemarin," kata Subhan kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Subhan menambahkan, peristiwa itu diduga karena faktor alam. Derasnya aliran air disertai material pasir dari wilayah hulu menggerus dasar sungai menjadi sebuah lubang yang tepat berada di sisi utara bendungan air.

"Diduga faktor cuaca, hujan aliran air deras dan membawa pasir. Air itu menggerus dasar sungai karena bendungan tertutup, air mencari jalan sendiri untuk mengalir ke bawah," jelas Subkhan. 

Kondisi itu saat ini sudah ditangani DPUPKP. Dua unit backhoe telah di lokasi kejadian untuk melakukan normalisasi sungai. DPUPKP memastikan kondisi bendungan dan jembatan tidak terdampak akibat peristiwa itu. 

"Kami akan tutup lubang, kami upayakan normalisasi secepatnya agar aliran air kembali normal. Kalau bendungan dan jembatannya aman," papar Subhan.

Subhan menerangkan, fenomena itu hanya lubang biasa saja, bukan sinkhole seperti ramai di medsos. Subhan menjelaskan wilayah Sleman beberapa hari terakhir memang diguyur hujan deras hingga menambah debit aliran sungai. Aliran tersebut membawa material berupa pasir dan tertahan di Bendungan Sidorejo.

Pada waktu itu lanjutnya pintu air bendungan ditutup. Sehingga aliran air mencari jalan sendiri dan menggerus dasar sungai hingga menjadi lubang.

"Material pasir yang didasar sungai kan labil, tergerus aliran Air yang mencari jalan karena pintu air ditutup, jadi membuat lubang itu," ujarnya.

Sejak mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung menuju lokasi. DPUPKP Sleman juga langsung menutup lubang tersebut.

"Dari kemarin sudah kita arahkan aliran airnya, agar lokasi lubang kering. Terus setelah itu kita akan bedah lubangnya dan kita cor dasarnya," kata dia. (*)

Jurnalis : Fajar Rianto
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration