Minggu, 17 Februari 2019
Politik

TKN Jokowi: Dukungan Alumni Perguruan Tinggi Arus Baru Politik

TKN Jokowi: Dukungan Alumni Perguruan Tinggi Arus Baru Politik Jubir TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia).
Senin, 11 Februari 2019 - 13:25

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jubir TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyatakan, deklarasi alummi dari sejumlah perguruan tinggi untuk pasangan nomor urut 01, merupakan wujud arus baru politik Indonesia. 

Ace mengatakan itu sekaligus membantah tudingan deklarasi alumni perguruan tinggi terhadap duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya sebatas acara seremonial. Dukungan itu, dinilai tidak memberikan dampak eletoral di Pilpres 2019.

"Kalau hadir saat acara gerakan deklarasi para alumni, kita merasakan munculnya fenomena arus baru politik Indonesia," ujar Ace Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Senin (11/2/2019).

Dia menegaskan, dukungan dari kelompok berpendidikan ini memiliki arti khusus. Sebab, selama ini mereka dinilai kerap diam soal pilihan politik.

"Mengapa mereka akhirnya bangkit mengambil posisi? Karena mereka muak dengan cara berpolitik menebar hoaks, membangun kecemasan dan menakut-nakuti publik. Mereka muak dengan cara berpolitik seperti itu," imbuhnya.

Para alumni dari berbagai perguruan tinggi ini disebut Ace, kelompok kritis yang tidak mudah dirayu dengan sandiwara serta tidak takut dengan model propaganda ala firehose falsehood. 

"Mereka bergerak melawan propaganda seperti itu. Mereka jelas tahu mana fakta dan mana fiksi," papar politikus Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.

Maraknya deklarasi alumni universitas dan sekolah terhadap pasangan calon presiden nomor urut 01, dinilai tidak memiliki dampak yang signifikan. Deklarasi tersebut dinilai hanya peristiwa seremonial saja.

"Seremoni aja itu. Kalau signifikansi, saya bilang ini belum kelihatan. Kalau buat saya ini hanya nyenengin relawan sama capresnya," kata Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, Minggu, 10 Februari kemarin. 

Namun sebaliknya, Ace menilai, deklarasi kelompok terdidik ini lantaran sudah gerah dengan situasi politik jelang Pilpres 2019. Menurut dia, mereka tak akan tinggal diam melihat Jokowi berjuang sendirian.

"Mereka tak bisa membiarkan Pak Jokowi bekerja sendiri untuk kemajuan bangsa ini. Untuk itu mereka sadar bahwa Pak Jokowi tidak boleh sendirian dalam menghadapi semburan hoaks, kebohongan, dan pesimisme. Mereka bangkit dengan memberikan dukungan tersebut," kata dia.

Ace mencontohkan dukungan dari Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) untuk duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Dukungan itu disebutnya makin membantah isu Jokowi anti-Islam.

"Mereka ini yang selalu menuduh Pak Jokowi anti umat Islam. Padahal Pak Jokowi dan Abah Kiai Ma'ruf itu anti-khilafah yang mau meruntuhkan NKRI, bukan anti umat Islam," tuturnya.

Ace menyakini, dukungan dari kelompok terdidik itu akan memengaruhi para pemilih yang hingga kini belum menentukan pilihan. Dia menyebut saat ini banyak undecided voters yang semula cenderung ke Prabowo, tetapi mulai ragu.

"Jumlah undecided voters dan swing voters akan makin menipis sejalan dengan semakin dekatnya waktu pemilihan. Bahkan swing voters yang selama ini dukung Prabowo-Sandi akan mulai ragu dengan pilihannya dan mulai bergeser untuk memilih Pak Jokowi," tandas Ace, Jubir TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration