Sabtu, 20 April 2019
Peristiwa - Daerah

Pertama di Indonesia, RSUD Genteng Banyuwangi Menuju 'Ibadah Friendly Hospital'

Pertama di Indonesia, RSUD Genteng Banyuwangi Menuju 'Ibadah Friendly Hospital' Direktur RSUD Genteng, dr H Taufiq Hidayat, SpAnd, M.Kes. (Foto : dr Taufiq for TIMES Indonesia)
Senin, 11 Februari 2019 - 06:48

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Di bawah kepemimpinan dr H Taufiq Hidayat, SpAnd, M.Kes, RSUD Genteng Banyuwangi, mengukir sejarah baru. Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Banyuwangi ini, akan berinovasi menjadi rumah sakit yang peduli atau ramah ibadah. Atau dalam istilah kerennya disebut Ibadah Friendly Hospital.

Jadi, meski dirawat d irumah sakit plat merah, seluruh pasien akan mendapat pelayanan tambahan dalam hal peribadatan. Menariknya, layanan ini bukan hanya diberikan pada pasien muslim. Tapi juga berlaku untuk penganut agama lain.

“Kita sudah berkoordinasi dengan instansi lain, KUA (Kantor Urusan Agama), serta tokoh lintas agama, dan Alhamdulillah seluruhnya menyambut baik,” ucap Direktur RSUD Genteng, dr H Taufiq Hidayat, SpAnd, M.Kes, Senin (11/2/2019).

Rencananya, lanjut Taufiq, program anyar ini sudah bisa dinikmati seluruh pasien RSUD Genteng, mulai 1 Maret 2019 mendatang.

Dijelaskan, dengan label ‘Ibadah Friendly Hospital’, pasien akan mendapatkan 9 macam layanan peribadatan. Berlaku mulai pasien baru lahir hingga meninggal dunia.

Di antaranya, bagi pasien bayi baru lahir yang beragama Islam, pembacaan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri bayi bisa dilayani atau diwakili petugas rumah sakit. Pelayanan tersebut bisa diberikan jika ayah si bayi tidak berada di tempat atau atas permintaan pihak keluarga.

Untuk pasien meninggal dunia, layanan mensucikan, pengkafanan hingga mensholatkan juga bisa diberikan. “Biasanya untuk pasien meninggal akibat kecelakaan fatal, penderita HIV Aids, kan tidak semua orang bisa, pelayanan ini nanti bisa diberikan oleh pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Saat resmi menjadi ‘Ibadah Friendly Hospital’, di setiap ruangan pasien di RSUD Genteng, akan disediakan kitab suci. Tak kalah dengan hotel berbintang, penunjuk arah kiblat juga dipasang. Dan bagi para pasien, disiapkan petugas yang dengan telaten mengajarkan cara-cara ibadah saat orang dalam kondisi sakit. Seperti cara tayamum, sholat saat dalam kondisi terbaring dan lainnya.

Seluruh pasien RSUD Genteng nantinya juga akan mendapatkan pelayanan doa. Istimewanya, jika kebanyakan pelayanan petugas pembaca doa hanya diberikan pada pasien kelas VIP atau VVIP, kelak di RSUD Genteng diberikan untuk pasien di seluruh ruangan.

“Kini sebagai langkah persiapan, kita sedang membina dan melatih para petugas, baik yang muslim maupun non muslim,” terang dr Taufiq.

Kabar baiknya, dalam Ibadah Friendly Hospital ini, seluruh pelayanan peribadatan di RSUD Genteng Banyuwangi diberikan gratis atau tanpa biaya. Kecuali untuk pelayanan pemulasaraan jenazah. Karena harus ditangani oleh petugas berkompeten atau modin dan pembiayaan sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Loading...
Registration