Minggu, 17 Februari 2019
Opini

Kitab Suci Fiksi, Logiskah?

Kitab Suci Fiksi, Logiskah? Achmad Nur, Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Situbondo. (FOTO: Istimewa)
Sabtu, 09 Februari 2019 - 23:45

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hari hari ini, media sosial di warnai oleh perbincangan tentang problematika retorika Rocky Gerung yang mengatakan bahwa kitab suci itu fiksi. Pernyataan ini menuai kontroversi bahkan berlanjut pada ranah hukum.

Jack boyd lapian selaku pelapor menjelaskan bahwa "Saya melihat miris apalagi kita ini di negara Pancasila, khususnya sila pertama, kitab suci dikatakan fiksi, setau saya saudara Rocky Gerung agama Kristen sama dengan saya, saya engggak bicara SARA disini, kitab suci itu sudah baku, dan kita merdeka oleh pejuang dan pahlawan, the point is adalah dasar negara kita ini jangan terkoyak-koyak filsafat yang enggak penting banget di forum yang mulia ini," begitu tuturnya pada acara ILC TV One.  

Menurutnya, pemahanaman kitab suci bagi bangsa indonesia itu bersifat sakral, kebenaran yang di imani bukan khayalan dan rekaan. Terlepas dari kontroversi tersebut, tulisan ini hanya ingin membaca kembali logika berpikir Rocky Gerung yang kerap kali mengatasnamakan akal sehat.

Untuk mengawali analisis, akan disajikan pernyataan Rocky Gerung di ILC. "Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi," dalam pernyataan yang lain diperjelas bahwa "Saya enggak pakai KBBI. 

Sebelum saya mengucapkan kitab suci itu fiksi, sebelum kalimat itu saya ucapkan, saya ucapkan dulu apa yang saya maksud dengan fiksi. Saya pakai keterangan berdasarkan definisi yang saya buat, saya bilang fiksi itu beda dengan fiktif. 

"Dari awal saya sudah kasih tahu beda, kalau ada yang bilang sama, ya silakan bilang itu sama. Tapi, saya anggap itu beda, jadi silakan pakai definisi saya,"

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration