Opini Opini

Pentingnya Kreativitas dan Inovasi

Pentingnya Kreativitas dan Inovasi Noor Shodiq Askandar (Foto: TIMES Indonesia)
Sabtu, 09 Februari 2019 - 12:07

TIMESINDONESIA, MALANGDUNIA semakin lama, semakin cepat berubah. Begitu juga, teknologi informasi telah menghilangkan sekat sekat hubungan antar manusia di berbagai belahan dunia. Manusia seakan menjadi tidak berjarak. Bisa berkomunikasi kapan saja, dimana saja, dan dalam kondisi apa saja. Bahkan dalam kondisi darurat, terkadang masih menyempatkan untuk membangun komunikasi. Saat anak sakit, langsung diinformasikan ke handai taulan untuk meminta doa. Begitu juga saat bahagia, maka yang dilakukan adalah buka medsos terlebih dahulu dan kemudian membagi kebahagiaan tersebut kepada lainnya.

Dunia yang global dan teknologi yang semakin maju, ternyata juga membawa dampak perubahan perilaku dan pola hubungan antar manusia, bahkan terkadang bisa mereduksi dan bahkan bisa menghilangkan apa yang kita sebut sebagai penghormatan. Yang muda sudah mulai hilang bahasa yang lebih halus kepada yang lebih tua. Bahkan hubungan murid dengan guru, terkadang juga mulai luntur penghormatannya. Kasus siswa menggoda guru dan mengajak bersilat, pembunuhan terhadap guru, dan lain sebagainya. Semua ini menunjukkan betapa pola ini telah berubah dengan cukup drastis.

Dalam dunia organisasi juga demikian. Kini organisasi harus terus meneropong perubahan perubahan tersebut agar tetap eksis dan terus bertumbuh untuk meningkatkan daya saing. Bahkan bila perlu, memenangkan persaingan.

Disinilah dipandang perlu menumbuhkan kreativitas dan seni dalam kondisi apapun. Ada pernyataan seorang konglomerat Ciputra yang perlu kita cermati bersama : ditangan orang kreatif, sampah bisa dirubah jadi emas.

Kreativitas dan Inovasi mengurangi kemungkinan Keterpurukan.
Banyak usaha yang awalnya sukses, bahkan sangat sukses, tiba tiba mengalami penurunan dan kemudian hilang ditelan bumi. Awalnya tumbuh dengan bagus, disukai, sampai kemudian konsumen merasakan kebosanan, sehingga pelan tapi pasti kemudian omsetnya terus berkurang, sampai kemudian merugi. Selanjutnya bisa ditebak, usaha tersebut harus tutup.

Dahulu, semua orang pasti mengenal supertin yang terkenal dengan iklan "i no i no". Ada juga minuman terkenal dengan tokoh Mbah Marijan melalui bahasa iklan "ruso ruso". Di dunia permusikan ada Obby messah, yang terkenal dengan lagu melankolis "aku malu pada semut hitam", tenda biru oleh Dedy Ratnasari, Perdamaian oleh grup qosidah Nasida ria, dan lain sebagainya.

Kenapa mereka hilang, karena asyik dengan apa yang ada, sehingga melupakan kreasi di satu sisi. Padahal dari sisi yang lain, masyarakat pengguna sudah mulai merasakan kebosanan mendapatkan yang"itu itu saja". Kejenuhan tersebut kemudian memunculkan keengganan untuk bertransaksi lebih lanjut.

Disinilah kreativitas dan inovasi diperlukan, agar konsumen mendapatkan sesuatu yang baru, mendapatkan sensasi baru dalam mengkonsumsi. Dengan demikian, harapan konsumen, fantasi konsumen, akan selalu didapatkan. Kalau sudah demikian, bukan penurunan yang didapat. Akan tetapi kesetiaan, dan bahkan memperoleh konsumen yang baru. Pertumbuhan perusahaan / organisasi pun didapat

Kreativitas dan Inovasi membuat usaha terus berkembang
Seorang anak muda bersama istrinya (Nanang Suherman dan Yeni Isna) adalah salah satu gambaran wirausaha yang sukses berkat kreativitas dan inovasi dan industri kuliner. Membangun rumah makan "Ayam Nelongso" dengan manajemen yang baik, akhirnya kini menuai sukses. Pilihan manajemen modern dalam rumah makan yang dimulai dari kecil, sepertinya kurang lazim. Karena biasanya usaha kuliner dikembangkan dalam pola usaha rumahan. Nanang dan Yeni sukses merubah paradigma usaha dengan kreativitas dan inovasinya. Ayam dengan gambar bebek dan nelongso yang konotasinya susah, justru banyak didatangi orang.

Ada juga mas Dony (begitu saya biasa memanggil) sukses mengembangkan usaha roti dengan brand "Malang Strudle". Pola marketingnya yang bagi sebagian orang mungkin membingungkan, karena justru lebih banyak mengungkap obyek wisata di malang raya. Produk yang berbeda dan khas serta kreasi marketing telah menjadikan Dony sukses.

Kini mereka berdua bisa bilang : belum ke Malang kalau belum makan di Ayam Nelongso dan oleh olehnya Malang Strudle.
Masih banyak sebetulnya wirausaha muda lain yang juga sukses karena kreativitas dan inovasinya.

Kreativitas dan Inovasi juga bisa memunculkan pasar baru
Melalui kreativitas dan inovasi juga dapat memunculkan pasar baru yang selama ini belum banyak digarap.

Ma'Chik (Ma'arif Chicken) adalah usaha kuliner yang jeli melihat peluang ini. Pasar santri yang selama ini tidak banyak dilihat industri kuliner dengan manajemen modern. Ternyata kejelian ini menghasilkan usaha yang punya potensi pasar besar. Kehadiran Ma'Chik di Pesantren dan Sekolah / Madrasah mendapatkan sambutan yang baik. Kini Ma'Chik telah menjadi harapan baru santri untuk mendapatkan makanan yang halal dan sehat dengan harga yang terjangkau.

Perlukah Kreativitas dan Inovasi di dunia Pendidikan ?
Dunia Pendidikan pasti juga tak luput dari membangun hal yang baru untuk memberikan layanan yang memuaskan bagi pasar. 
Kalau dulu orang sekolah itu tujuannya satu mencari ilmu. Tetapi sekarang, tidak hanya ilmu yang dicari. Ada gengsi, ada yang nyari layanan, ada yang mempertimbangkan gedung, dan berbagai pertimbangan lainnya.

Oleh karena itu, jika ingin eksis dan berkembang serta memenangkan persaingan, dunia pendidikan juga harus memperhatikan perubahan keinginan tersebut agar dapat menumbuhkan kepuasan. Hal selanjutnya yang didapat, lembaga pendidikan dapat terus berkembang memberikan yang terbaik bagi masyarakat menuju Indonesia yang lebih baik (*)

* Sebuah Catatan Kecil Noor Shodiq Askandar (Ketua LP Maarif NU Jawa Timur)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration