Sabtu, 21 September 2019
Peristiwa - Daerah

Alat Peringatan Dini Tsunami Rusak, BPBD Kabupaten Malang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Alat Peringatan Dini Tsunami Rusak, BPBD Kabupaten Malang Tingkatkan Kesiapsiagaan Kondisi pantai Tamban di Kabupaten Malang yang telah terpasang alat peringatan dini tsunami dalam keadaan rusak. (Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia)
Kamis, 24 Januari 2019 - 18:29

TIMESINDONESIA, MALANG – Sejak satu tahun yang lalu, kondisi alat peringatan dini tsunami yang terpasang di Pantai Tamban, Kabupaten Malang, Jawa Timur dalam kondisi rusak. Kendati demikian, BPBD Kabupaten Malang tidak berdiam diri dan tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

“Selain kondisinya sudah rusak, Kabupaten Malang membutuhkan tambahan alat pendeteksi dini tsunami. Namun, belum bisa dilakukan pengadaan alat tersebut, mengingat anggarannya cukup besar,”ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiyono kepada TIMES Indonesia, Kamis, (24/1/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, BPBD Kabupaten Malang tidak berpangku tangan dengan kondisi seperti itu. 

"Ada alat peringatan dini tsunami atau tidak, masyarakat sekitar pantai harus meningkatkan kesiapsiagaan. Kami juga sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terkait apa yang dilakukan apabila terjadi tsunami,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, apabila masyarakat merasakan gempa yang berpotensi tsunami harus segera menyelamatkan diri di tempat ketinggian yang lebih aman.

“Sudah ada jalur evakuasi yang kami siapkan. Selain itu, rambu-rambu evakuasi juga sudah kami pasang,” terangnya.

Menurutnya, masyarakat juga harus paham apa yang harus dilakukan ketika ada peringatan tsunami yang telah dikeluarkan BMKG, kemudian diteruskan oleh BPBD.

“Setelah gempa terjadi, jangan sampai masyarakat malah mendekati bibir pantai untuk melihat apa yang terjadi. Melainkan harus segera mengevaluasi diri ke tempat yang lebih aman atau di daerah ketinggian,” katanya.

Masih kata Bagyo, apabila masyarakat semakin sadar apa yang dilakukan ketika bencana, termasuk tsunami terjadi, maka dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa. “Sosialisasi maupun pelatihan menghadapi bencana kepada masyarakat terus kami lakukan. Dengan demikian saya harapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat,” tutur Sekretaris BPBD Kabupaten Malang tersebut. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration