Ekonomi

Emosi karena Gagal Panen, Petani di Probolinggo Babat Pohon Cabai

Emosi karena Gagal Panen, Petani di Probolinggo Babat Pohon Cabai Petani cabai di Kabupaten Probolinggo, membabat pohon cabainya karena gagal panen. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Kamis, 24 Januari 2019 - 12:46

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sejumlah petani cabai di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami gagal panen pada musim penghujan tahun ini. Gagal panen dan merugi memmbuat petani emosi dan membabat pohon cabai yang ada di lahan sawah mereka masing-masing.

Petani memilih membabat pohon cabai, karena selain kondisi cabai rusak diserang penyakit, harga cabai saat ini sangat anjlok.

Menurut para petani di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, harga jualnya tak sesuai dengan biaya perawatan dari masa awal tanam, karena mahalnya harga obat-obatan.

Petani-cabai2.jpg

“Kami babat pohon cabai ini karena sudah  emosi mas. Harga cabai anjlok. Kondisi cabai busuk dan kering karena penyakit. Sedangkan harga obat-obatan sangat mahal, tak sesuai dengan biaya perawatan. Buat apa masih dipertahankan, lebih baik dirombak saja. Kami sudah gagal panen,” kata Nur Hasan, salah satu petani cabai Kamis (24/1/2019).

Nur Hasan menyampaikan, sebagian petani di desanya ada yang panen cabai secara dini. Namun kebanyakan gagal paneni.

Petani-cabai3.jpg

“Harga jualnya pun sangat murah. untuk cabai yang masih hijau hanya Rp 2.000 per kilogram, yang sebelumnya mencapai Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilo gram. Sedangkan untuk cabai yang merah, saat ini hanya Rp 5.000 per kilo gram. Untuk harga sebelumnya berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per kilo gram,” terangnya.

Para petani cabai di Desa Randutatah berharap, agar harga obat-obatan hama yang menyerang cabainya tidak lagi mahal. Pasalnya, karena kondisi cabai membusuk dan kering membuat harga murah, dan petani mengalami gagal panen. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration