Gaya Hidup

Langkah Mudah Deteksi Gejala Stunting

Langkah Mudah Deteksi Gejala Stunting ILUSTRASI: (FOTO: Tempo)
Kamis, 24 Januari 2019 - 03:23

TIMESINDONESIA, JAKARTAstunting menjadi salah satu masalah perkembangan anak yang harus diperhatikan. Orang tua harus waspada jika anak menunjukkan tanda-tanda mengalami stunting atau gagal pertumbuhan.

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6 persen di atas batasan yang ditetapkan WHO (20 persen) dan menduduki peringkat kelima dengan anak gizi buruk di dunia.

Salah satu cara mendeteksi anak terkena stunting adalah melalui pemantauan berat badan anak, terutama hingga usianya 2 tahun. Penurunan berat badan merupakan salah satu risiko terjadinya stunting. 

"Mencegah stunting dengan deteksi dini gagal tumbuh kalau berat badan mulai turun. Kalau diteruskan bisa menjadi stunting," ujar dokter spesialis anak, nutrisi dan penyakit metabolik dari RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K).

Bila anak di masa awal kehidupannya mengalami penurunan berat badan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya. Bisa jadi, ada masalah dalam jumlah asupan nutrisinya dan hal lainnya.

Damayanti mengatakan, kekurangan nutrisi, meskipun belum menyebabkan berat badan anak turun, itu sudah menurunkan IQ-nya sampai tiga poin. Bila nutrisi tak juga tercukupi, hormon pertumbuhan anak bisa terganggu dan anak berhenti tumbuh.

Agar stunting tidak terjadi, perbaikilah asupan nutrisi anak yang cukup, lengkap dan seimbang, terutama protein hewani. Selain itu, pastikan tidak ada penyakit penyerta yang meningkatkan kebutuhan nutrisi seperti ISPA, diare, dan penyakit jantung bawaan. Dengan terbebas dadi stunting, perkembangan anak juga bisa optimal. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Antara News

Komentar

Registration