Pendidikan

Kagama Care Bantu Tim Relawan UGM Yogyakarta ke Lampung Selatan

Kagama Care Bantu Tim Relawan UGM Yogyakarta ke Lampung Selatan Kagama Care ikut memberangkatkan tim relawan UGM ke Desa Sukaraja, Rajabasa, Lampung Selatan. (FOTO: Humas UGM/TIMES Indonesia)
Selasa, 22 Januari 2019 - 18:57

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAKagama Care ikut memberangkatkan tim relawan UGM Yogyakarta yang akan membantu korban tsunami di Lampung Selatan. Keterlibatan Kagama Care agar perjalanan tim relawan menuju lokasi berjalan lancar.

Kagama Care sebelumnya telah lebih dulu terjun membantu para korban tsunami. “Kita memiliki dua posko untuk melayani kebutuhan pengungsi,” kata Agus Ramli dari relawan Kagama Care.

Menurut Agus, posko yang sudah dirikan berada dua desa yakni Desa Way Muli dan Kunjir. Di desa itu masing-masing terdiri 600 dan 200 kepala keluaraga yang terkena dampak bencana. Saat ini kebutuhan logistik di tenda pengusian sudah mencukupi namun pendampingan layanan kesehatan yang menurutnya masih minim.

“Sebelumnya warga mengungsi ke bukit menjauhi pantai, kondisi tenda darurat masih seadanya namun sekarang sudah ada yang kembali beraktifitas. Rencana ke depan dengan para relawan ini bantu trauma healing dan pemberdayaan ekonomi kampung nelayan,” terang Agus.

Direktur DPM UGM Prof Ir Irfan Priyambada mengatakan, pengiriman tenaga relawan ini dikhususkan untuk membantu para korban dari sisi kesehatan dan pemulihan kondisi psikologis para pengungsi.

“Pengalaman kita setiap ada bencana selalu menjadi kebutuhan utama adalah penanganan kesehatan dan menyusul berikutnya pemulihan kondisi psikologis para korban bencana,” kata Irfan.

Menurut Irfan, pengiriman tenaga relawan ke Lampung Selatan merupakan bagian dari komitmen UGM untuk membantu para korban yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami di daerah yang terjadi akhir-akhir ini.

Saat ini, mahasiswa KKN peduli Bencana masih berada di Lombok dan Donggala dalam membantu masyarakat setempat. Selain itu, program pengiriman relawan ini diharapkan bisa meningktkan kepekaan mahasiswa untuk selalu peduli terhadap sesama. 

“Kita ingin membangun semangat kemanusian para mahasiswa dengan mereka terjun langsung ke daerah bencana, namun yang lebih penting meningkatkan rasa kepedulian mereka daripada sekedar memberi bantuan,” jelas Irfan.

Kepedulian mahasiswa membantu warga korban bencana kadang meninggalkan cerita haru. Irfan mengenang, saat mahasiswa masih tengah membantu warga Desa Gumantar Lombok Utara, NTB, lalu tidak lama kemudian terjadi bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, warga kampung setempat secara spontanitas menjual uang hasil panen pisang selama satu minggu untuk membantu warga Palu dan Donggala.

“Ketika kami susah, kalian datang ke sini. Kami titipkan panen seminggu ini untuk masyarakat Palu,” kata direktur DPM UGM Yogyakarta ini menirukan ucapan warga ke mahasiswa yang akan berpindah tugas ke Palu. Mereka pun mendapat support dari Kagama Care(*)

Jurnalis : Ahmad Tulung
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration