Kamis, 19 September 2019
Kuliner

Semarak Masak Bareng Chef Rudy Choirudin di Puncak HUT ke-9 Kota Kraksaan

Semarak Masak Bareng Chef Rudy Choirudin di Puncak HUT ke-9 Kota Kraksaan Masak bareng Chef Rudy Choirudin di Islamic Center Kraksaan (FOTO: Kominfo)
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:09

TIMESINDONESIA, KRAKSAN – Dalam rangka menyemarakkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan masak bareng Chef Rudy Choirudin di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (22/1/2019).

Kegiatan yang mengambil tema "Perempuan Kraksaan Kreatif, Tangguh dan Sukses" ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Tantriana Sari, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Forkopimda, sejumlah Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. 

Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo, Sudjilawati Soeparwiyono beserta segenap pengurus.

Dalam kegiatan ini para undangan OPD mengenakan pakaian khas Kabupaten Probolinggo. Ibu-ibu mengenakan kain panjang batik karya pengrajin asli Kabupaten Probolinggo, baju lengan panjang berwarna putih dan mengenakan jilbab. 

Sedang bapak-bapak mengenakan pakaian khas Jawa Timuran, sembong batik tulis dan Okra TMK atau Odeng Kacong Kraksaan Top Markotop.

Masak bareng Chef Rudy Choirudin juga dimeriahkan dengan lomba sajian kudapan khas Kota Kraksaan yang diikuti oleh 18 TP PKK Desa/Kelurahan se-Kecamatan Kraksaan. 

Mereka harus membuat 3 (jenis) kudapan khas Kota Kraksaan meliputi Bikang Pelangi Kraksaan, Bongko Manis Kraksaan dan Sarikaya Kraksaan. Sehingga masing-masing kudapan dibuat oleh 6 (enam) TP PKK Desa/Kelurahan.

"Memperhatikan launching City Branding Endless Probolinggo yang dicanangkan Ibu Bupati Probolinggo tanggal 20 Pebruari 2017 dan arahan khusus branding Kota Kraksaan sebagai kota industri kecil dengan sub tema perempuan Kraksaan kreatif, tangguh dan sukses, maka hari ini digelar event sinergitas berupa Masak Bareng Chef Rudy Choirudin," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo.

Menurut Tutug, kudapan Bikang Pelangi Kraksaan ini dipilih karena memiliki perpaduan warna warni cerah laksana bunga indah yang sedang mekar dan rasanya sweet memories. 

Kudapan Sarikaya Kraksaan ini bahan bakunya adalah pisang Kraksaan, kulitnya kuning dengan dinamika tul-tul warna hitam namun kelezatannya takkan terlupakan. "Kudapan Bongko Manis Kraksaan ini menjadi menu andalan untuk takjil buka puasa. Bahannya dari tepung beras dikawinkan dengan warna pandan yang hijau alami dan dinikmati bersama santan gula merah atau putih," tegasnya.

Sementara Bupati Probolinggo, Tantriana Sari mengatakan, tidak terasa sudah 9 (sembilan) tahun Kabupaten Probolinggo memiliki ibukota. Kalau dahulu pusat pemerintahan berada di Kecamatan Dringu, berkat kecerdasan masyarakat Kabupaten Probolinggo telah resmi memiliki ibukota. Dimana Kraksaan menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo.

"Perjalanan 9 tahun harus terus kita pacu semangat. Kita berkumpul bersama perempuan Kraksaan yang kreatif, tangguh dan sukses. Pemerintah Daerah ingin menjadi fasilitator bagi para perempuan Kraksaan untuk bersama-sama membangun Kota Kraksaan menjadi kota industri kreatif," katanya.

Menurut Bupati Tantri menerangkan Pemkab Probolinggo sengaja mengundang Chef Rudy Choirudin untuk bersama-sama menggali budaya Kraksaan, terutama dalam hal warisan kulinernya. 

Hasil dari penelusuran, ada 3 (tiga) kuliner yang menjadi ciri khas Kota Kraksaan, diantaranya Sarikaya Kraksaan, Bikang Pelangi Kraksaan dan Bongko Manis Kraksaan. 

"Kita semua sepakat tidak ada yang mampu bersaing dengan kuliner khas Kota Kraksaan. Bikang Pelangi Kraksaan karya Kota Kraksaan. Kue Bongko Manis Kraksaan kue bersejarah yang kelihatannya sederhana tetapi tingkat kesulitan pembuatannya luar biasa," terangnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri meminta Disporaparbud (Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Probolinggo untuk terus menggali kuliner Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan. 

"Hal ini penting supaya mampu meninggalkan sebuah catatan bagi generasi setelahnya. Warisan kuliner ini akan menjadi menu wajib dibukukan dan menjadi warisan bagi sesama," tegasnya.

Tidak lupa Bupati Tantri menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat. Karena tentunya pembangunan Kabupaten Probolinggo akan terus berjalan yang arahnya jauh lebih baik dibandingkan 10 tahun lalu. 

Butuh dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo, khususnya Kota KraksaN masyarakatnya jauh lebih sejahtera dibandingkan sebelumnya.

"Tentunya Pemerintah Daerah akan terus berkomitmen selalu memberikan pendampingan dalam rangka mewujudkan perempuan Kraksaan yang kreatif, tangguh dan sukses. Terima kasih kepada jajaran Forkopimda karena frekuensinya yang sama sehingga pembangunan di Kabupaten Probolinggo bisa berjalan dengan sukses," pungkasnya.

Masak bareng Chef Rudy Choirudin ini juga dimeriahkan demo masak dengan menciptakan menu baru untuk dijadikan kuliner khas Kota Kraksaan. Yakni 2 (dua) jenis kudapan dan 1 (satu) minuman.

"Kota Kraksaan ini menjadi tempat transit terbaik di Jawa Timur. Karena menjadi tempat transit, maka perempuan Kraksaan harus kreatif dan menangkap peluang ini. Jika tidak menjual makanan atau minuman rugi sendiri," katanya.

Menurut Chef Rudy, buatlah makanan atau minuman dengan bahan baku yang tersedia banyak di Kota Kraksaan. Sebagai contoh adalah singkong dengan dibuat getuk. "Singkong ini kalau dijual biasa sangatlah murah. Tetapi jika diolah secara sederhana maka akan menambah nilai jualnya. Singkong ini dikasih gula dan pewarna maka akan jadi getuk yang nilai jualnya akan lebih mahal," katanya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran produk UKM yang ada di Kota Kraksaan dan promosi kopi organik dari Kelompok Tani Sumber Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil yang telah menginspirasi dan memberikan semangat baru budidaya kopi organik di Kabupaten Probolinggo. Serta promosi beras analog karya anak-anak SMA Unggulan Hafshawaty Zainul Hasan Genggong yang bahan bakunya suweg dan daun kelor.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada Kepala Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis atas perannya sebagai Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) di Kabupaten Probolinggo dan sertifikat hibah tanah kepada Kejari Kabupaten Probolinggo.

Diserahkan pula sertifikat organik untuk komoditas oleh Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPTP) Surabaya Ardi Praptono kepada Bupati Probolinggo, Tantriana Sari. Kemudian diserahkan kepada Kelompok Tani Sumber Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil.

Bupati Tantri juga menyerahkan sertifikat UTZ, sertifikat Uni Eropa, sertifikat SNI serta bantuan kendaraan roda tiga dan alat pasca panen dari Kementerian Pertanian RI.

Masak bareng Chef Rudy Choirudin ini diakhiri dengan penandatanganan pencanangan kudapan sehat khas Kota Kraksaan oleh Bupati Probolinggo, Tantriana Sari. Dilanjutkan dengan ikrar kudapan sehat khas Kota Kraksaan oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Supriadi, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan M. Sidik Widjanarko serta Asisten Administrasi Umum Anung Widiarto.

Di antaranya Bikang Pelangi Kraksaan, Bongko Manis Kraksaan, Sarikaya Kraksaan, Kue Getuk Gulung Duo, Kue Kamir Jagung dan Es Mangga Kraksaan. Semuanya khas Kota Kraksaan. Kudapan ini wajib disediakan dalam setiap kegiatan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Inilah yang juga menjadi dasar masak bareng Chef Rudy Choirudin. (d)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration