Sabtu, 16 Februari 2019
Peristiwa - Daerah

BPPTKG: Pertumbuhan Kubah Gunung Merapi Masih Lambat

BPPTKG: Pertumbuhan Kubah Gunung Merapi Masih Lambat Status Gunung Merapi waspada level II. (FOTO: Istimewa/TIMES Yogyakarta)
Senin, 21 Januari 2019 - 21:22

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menegaskan, meski sedang mengalami pertumbuhan kubahGunung Merapi masih aman.

Pertumbuhan kubah masih lambat meski guguran lava pijar berulang kali terjadi. "Sampai saat ini tidak ada perubahan aktivitas yang signifikan meskipun guguran lava pijar Gunung Merapi sering terjadi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Senin (21/1/2019).

Hanik menegaskan, guguran lava pijar yang sering terjadi kondisi tidak mengubah status Merapi pada level II (waspada). "Karena aktivitas di atas Gunung Merapi normal, maka status Merapi masih waspada," papar Hanik.

Hanik menerangkan, penetapan status Gunung Merapi bukan didasarkan pada letusan. Tetapi, status tersebut berdasarkan potensi bahaya dan ancaman bagi masyarakat. 

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa  guguran yang terjadi di Gunung Merapi tidak selalu terjadi setiap hari. Guguran yang terjadi juga tidak selalu berupa lava pijar. Aktivitas guguran merupakan fenomena biasa akibat pertumbuhan kubah lava.

Ia menilai, kuantitas guguran yang terjadi setiap hari antara 30 hingga 50 kali. Jumlah tersebut masih rendah jika dibandingkan erupsi 2010 di mana jumlah guguran tercatat ratusan kali dalam sehari. Erupsi Merapi saat ini belum bisa dipastikan.

"Yang jelas sampai saat ini terjadi erupsi efusif. Tandanya, pertumbuhan kubah lava dan sampai saat ini kubah lava masih tumbuh dengan kecepatan tumbuh yang rendah," ungkap Hanik.

Sekadar diketahui, berdasarkan Laporan Kegempaan Merapi per tanggal 20 Januari 2019 tercatat 35 kejadian. Rinciannya guguran terjadi sebanyak 28 kali, hembusan empat kali, low frekuensi, tektonik lokal dan tektonik jauh masing-masing sekali. 

Aktivitas Gunung Merapi hingga Senin pagi (21/1/2019) terjadi 10 kali guguran 10 kali dengan durasi 12-48 detik.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantara mengatakan jalur evakuasi sudah disiapkan termasuk juga barak pengungsian jika sewaktu-waktu ada perubahan status gunung Merapi. 
"Itu sudah menjadi kebijakan Pemda dan SOP dalam evakuasi bila terjadi hal-hal yang perlu direspon dengan evakuasi," kata Biwara

Menurutnya, sampai saat ini kubah lava masih stabil dan pertumbuhannya juga rendah. Dengan status waspada yang ditetapkan, maka rekomendasi yang diberikan masih sama alias tidak berubah.

Aktivitas masyarakat tidak boleh dilakukan di area 3 kilometer dari puncak gunung yang sedang mengalami pertumbuhan kubah itu. "Tentu upaya meningkatkan kewaspadaan terus ditingkatkan, termasuk mengkondisikan masyarakat yang ada di kawasan KRB III. Mudah-mudahan Gunung Merapi baik-baik saja. Namun, apa pun yang terjadi dengan Gunung Merapi masyarakat harus selalu waspada dan siap," terang Biwara. (*)

Jurnalis : Fajar Rianto
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration