Ketahanan Informasi

Tim ACT Kembalikan Asa Anak-Anak Sana'a untuk Kembali Bersekolah

Tim ACT Kembalikan Asa Anak-Anak Sana'a untuk Kembali Bersekolah Nasib anak-anak Yaman yang masih dibekap trauma konflik. Tidak ada pendidikan dan pemboikotan semakin memperburuk kondisi. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Jum'at, 18 Januari 2019 - 10:10

TIMESINDONESIA, SANA'A – Konflik kemanusiaan di Sana'a Yaman membuat anak-anak di daerah itu tak dapat bersekolah. Gedung sekolah hancur diterjang peluru dan bom. Melihat kondisi tersebut Tim GHR - ACT sedang menyiapkan rencana-rencana aksi menghidupkan lagi asa anak Yaman untuk bersekolah.

"Insya Allah dalam waktu dekat, berkolaborasi dengan mitra ACT di Yaman, memulai program pendidikan untuk anak-anak Yaman," kata Rudi Purnomo, Tim ACT - Sympathy of Solidarity (SOS) for Yaman .

Rudi yang telah berangkat ke Yaman sejak Desember tahun lalu mengisahkan berangkat ke Sana'a, Desember lalu mengisahkan tidak ada anak Sana'a yang bersekolah.

anak-anak-Yaman2.jpg

"Saya sudah mengunjungi kamp-kamp atau rumah sementara pengungsi internal di Sana’a, dan banyak anak-anak tidak sekolah," kata Rudi.

Itu karena aelain karena warga Sana'a yang sering berpindah tempat sehingga tak ada sekolah yang bisa menampung. "Mereka juga tidak memiliki biaya untuk masuk ke sekolah reguler di Sana’a. Kalaupun ada bangunan sekolah darurat dari tenda, tidak ada kegiatan belajar-mengajar karena tidak ada gurunya," jelas Rudi pada TIMES Indonesia.

anak-anak-Yaman3.jpg

Rudi menemukan kenyataan, untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar di Sana'a, masalah datang berlapis-lapis. "Mulai dari bangunan sekolah yang ada tapi tidak layak, anak-anak Yaman yang mengungsi dengan berpindah-pindah lokasi, sampai ke urusan tidak adanya guru yang mengajar. Para orang tua di tenda-tenda pengungsian di Sana'a tidak mampu menyewa guru untuk melanjutkan sekolah anak-anak mereka," lanjut Rudi.

Untuk itu, Rudi mengatakan Tim GHR - ACT akan berkolaborasi dengan ACT di Yaman untuk memulai program pendidikan anak-anak Sana'a, Yaman. (*)

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration