Jum'at, 22 Februari 2019
Peristiwa - Nasional

Di Tengah Krisis Kemanusiaan, Etnis Uighur Salurkan Bantuan untuk Bencana Tsunami Selat Sunda

Di Tengah Krisis Kemanusiaan, Etnis Uighur Salurkan Bantuan untuk Bencana Tsunami Selat Sunda Simbolis Bantuan Masyarakat Uighur Untuk Korban Bencana Tsunami Selat Sunda (FOTO: Rizki Amana/TIMES Indonesia)
Sabtu, 12 Januari 2019 - 21:09

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di tengah krisis kemanusian akibat penindasan yang terjadi pada etnis Uighur selama puluhan tahun, masih terselip semangat kepedulian. Hal ini ditunjukkan secara simbolis oleh perwakilan diaspora di Turki, Seyit Tumturk yang menyampaikan rasa bela sungkawa terhada bencana tsunami selat sunda dan sekitarnya Desember 2018 lalu.

"Sebelumhya saya berterimakasih kepada Indonesia, kepada para ormas Islam, lembaga-lembaga yang memberikan antusiansya umat Islam Uighur, kepada media, kepada politisi. Atas nama 35 juta masyarakat yang ada, saya sampikan salam untuk masyarakat Indonesia," ucap Seyit Tumturk dalam diskusi bertajuk "Kesaksian Dari Balik Penjara Uighur" dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Seyit, selama puluhan tahun ini tidak ada yang benar-benar menyuarakan penindasan yang dialami Uighur, atau membela nasib Uighur secara terang-terangan. Sampai pada akhir 2018 lalu, masyarakat Indonesia melakukan protes besar-besaran atas ketidakadilan yang dialami Uighur. 

Hal tersebut menjadi acuan Uighur untuk turut serta membantu Indonesia dengan mengulurkan bantuan dana sejumlah USD 20.000 untuk diberikan kepada korban-korban bencana alam di Indonesia. 

"Kami ingin berpartisipasi membantu saudara-saudara kami yang terdampak bencana di Indonesia. Walau tidak seberapa, kami harap ini bisa bermanfaat dan menjadi pelipur lara bagi saudara-saudara terdampak," jelasnya. 

Meski sedang dilanda krisis kemanusiaan yang dialami etnis Uighur di Xinjian, China, namun, semangat kepeduliaan tetap hadir dari masyarakat etnis Uighur terkhusus bagi Indonesia yang terus menyuarakan dunia internasional untuk menindaklanjuti penindasan yang terjadi di Uighur. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration