Senin, 18 Februari 2019
Peristiwa - Daerah

Tanpa Basa-Basi, Driver Ojol Ini Langsung Curhat pada Jokowi

Tanpa Basa-Basi, Driver Ojol Ini Langsung Curhat pada Jokowi Driver ojek online saat berbincang dengan Presiden Jokowi dalam acara silaturahmi keluarga besar pengemudi bersama Jokowi di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). (FOTO: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia)
Sabtu, 12 Januari 2019 - 19:24

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Salah seorang pengemudi ojek online (Ojol) langsung curhat kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat mendapat kesempatan bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Seolah tak ingin melewatkan kesempatan, driver ojol yang diketahui bernama Heri itu langsung menyampaikan keluh kesahnya kepada Jokowi. Heri mengeluh mengenai penetapan tarif per kilometer yang dianggapnya terlalu rendah.

"Nama saya Heri, dari komunitas Jakarta Barat. Saya mau mengeluhkan soal harga tarif Pak...," kata Heri saat berada satu panggung dengan Jokowi dalam acara silaturahmi keluarga besar pengemudi online di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Mendengar Heri yang tanpa basa-basi itu, Jokowi pun menjawab "Saya belum tanya, sudah ngomong keluhan kami saja..." kelakarnya.

Sontak seisi ruangan tertawa mendengar ucapan sang Presiden. "Nah ini baru, silakan dilanjutkan," sambung Jokowi kemudian.

Menurut Heri yang sudah tiga tahun bergabung menjadi pengemudi ojol, tarif per kilometer yang diterapkan perusahaannya terlalu rendah. "Masak 5 kilometer, Rp8.000, Pak. Ya bagaimana caranya lah supaya naik lagi," ucap Heri.

Usai mendengar keluhan Heri, Jokowi mengaku mengerti apa yang dirasakan para pengemudi Ojol. Namun kata dia, setiap perusahaan pasti sudah mempertimbangkan dengan matang segala kebijakan yang akan diterapkan.

"Kalau penentuannya keliru, terlalu mahal, bisa terjadi ya perusahaan itu tutup. Makanya hati-hati. Perusahaan juga punya kalkulasi, punya perhitungannya sendiri," jelas Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi meminta para driver ojol untuk menyampaikan keluh kesahnya secara baik-baik kepada pihak aplikator jika memang menginginkan kenaikan tarif.

"Diskusi," ujarnya. "Tapi misalnya ya, ini misalnya saja. Saya (driver ojol) minta (tarif per kilometer) itu Rp 9.000 atau Rp 12.000. Kemudian dipaksakan oleh perusahaan, tapi kemudian sekian tahun tidak efektif karena kalah persaingan, apa gunanya? semua sekarang ini sama-sama bersaing, ketat," kata Jokowi.(*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration