Senin, 18 Februari 2019
Politik

Pengamat Apresiasi Bareskrim Polri Menangkap Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Pengamat Apresiasi Bareskrim Polri Menangkap Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, dalam diskusi Lembaga pemilih Indonesia (LPI) di Gado-gado Boplo Satrio Kuningan, Jakarta Selatan. (FOTO: Edy Junaedi/TIMES Indonesia)
Jum'at, 11 Januari 2019 - 23:52

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, mengapresiasi penyidik Bareskrim Polri yang sudah berhasil  menangkap Bagus Bawana Putra (BBP) yang diduga sebagai kreator sekaligus penyebar berita hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok beberapa lalu.

Sebelumnya Polri sudah mengumumkan ada empat orang sudah dijadikan tersangka, aktor utamanya adalah BBP sebagai kreator konten dan ke tiga anak buahnya bertugas aktif menyebar luaskan di lapangan. 

Menurut Boni, keberhasilan kepolisian mengungkap kasus hoaks itu harus diapresiasi terus oleh masyarakat Indonesia, agar kasus hoaks yang merugikan banyak pihak itu cepat diungkap sampai ke akar akarnya.

"Harus diapresiasi, kita mendorong kepolisian kalau perlu lebih dikaji lagi motif politik di belakang nya, dan afiliasi para penyebar hoaks dengan partai atau tim kampanye politik terkait, Pasti ada sambungnnya," kata Boni di Gado-Gado Boplo, Satrio Kuningan, Jakarta, Jumat (11/01/2019).

Dengan diungkapnya siapa pembuat dan penyebar hoaks 7 kontainer surat suara itu, Boni yakin masyarakat ke depan bisa mengambil manfaat dari kasus tersebut untuk lebih berhati-hati menerima informasi dan lebih bersikap rasional lagi dalam menghadapi pemilu. "Pengungkapan kasus ini membantu pemilih untuk belajar bersikap rasional dalam pemilu. LPI berharap, pemilih makin sadar melihat rancangan jahat di balik hoaks yang terus berkembang subur di jagad medsos kita saat ini," tandas Direktur Lembaga Pemilih Indonesia tersebut. 

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration