Wisata

Ingin Mandi Angin, Yuk Kunjungi Mandi Angin Escape Pacitan

Ingin Mandi Angin, Yuk Kunjungi Mandi Angin Escape Pacitan Pengunjung sedang menikmati Mandi Angin Escape Pacitan dengan makan bareng keluarga dan santai sambil tiduran. (FOTO: Miftakul Arif/TimesIndonesia)
Kamis, 10 Januari 2019 - 01:13

TIMESINDONESIA, PACITAN – Kepingin mandi angin? Emang bisa. Di Pacitan, kini ada destinasi wisata baru. Namanya Mandi Angin Escape di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan.

Semilir angin yang sejuk dan pepohonan nan rindang bisa membunuh penat dan suntuk. Apalagi di Mandi Angin Escape kita juga bisa menikmati view pantai Teleng Ria yang sangat elok dari ketinggian.

Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan tambahan, yakni memotret sisi lain Kota Pacitan dari alam lereng pegunungan selatan yang indah.

"Objek wisata Mandi Angin Escape memang masih baru. Terbilang perawan. Ini sedang kami bangun beberapa fasilitas untuk wisatawan," kata pengelola Mandi Angin Escape, Slamet Riyadi.

Mandi-angin.jpg

Jika anda dari arah Pacitan, ambilah jalur lintas selatan menuju Pantai Srau dan pantai Watu Karung. Memasuki Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku belok kanan. Jalannya sudah bagus bersamaan dengan pembukaan destinasi wisata Setono Gentong. "Mandi Angin Escape da Setono Gentong ini berdekatan," ujar Slamet. 

Ada beberapa fasilitas di Mandi Angin Escape. Seperti camping ground, tenda, gazebo mini dan besar yang bisa untuk meeting grup maupun komunitas. 

Yang tak kalah elok adalah spot selfie dengan view pantai Teleng yang melengkung indah. Jika malam pemandangan sangat elok dengan kelap-kelip pendar lampu Kota Pacitan.

Senja juga amat menawan jika kita nikmati dari kawasan Mandi Angin Escape. Apalagi ditemani ikan bakar, nasi thiwul, sambel bawang plus lalapan. Silakan follow Instagram di mandianginescape.

Karena itu, tidak akan rugi jika kita mampir untuk "mandi angin" di Mandi Angin Escape yang menawarkan sensasi lain dari destinasi Pacitan, selain pantai dan gua. Yuk, berkunjung ke Mandi Angin Escape Pacitan. (*)

Jurnalis : Miftahul Arif
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration