Wisata

Begini Bentuk Asli Rumah Adat Suku Tengger di Kabupaten Probolinggo 

Begini Bentuk Asli Rumah Adat Suku Tengger di Kabupaten Probolinggo  Bentuk asli rumah adat warga suku tengger, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)
Senin, 07 Januari 2019 - 02:37

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Suku Tengger, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kaya akan warisan budaya. Salah satunya, rumah adat asli nenek moyang Suku Tengger. Untuk menemukannya, sangat mudah sekali. Berada di Dusun Seruni, Desa Ngadisari.

Kini wisatawan tak perlu repot dan penasaran untuk mengetahui bentuk asli rumah warga Suku Tengger. Karena di Dusun Seruni itu, pengunjung bisa melihat langsung. Bangunan dari kayu, berukuran 9x10 meter. Dengan bentuk yang khas, rumah mayoritas berwarna coklat itu terasa lebih asri. Di sekeliling rumah, ada bunga edelweis.

Bunga abadi itu, sebelumnya tumbuh liar di sekitar Gunung Bromo. Namun karena banyak yang memetiknya sebagai oleh-oleh, masyarakat setempat kemudian membudidayakannya. Ada sekitar 1.500 bibit edelweis, yang ditanam di sekitar rumah adat itu.

Budidaya Edelweis itu diharapkan bisa mendongkrak ekonomi warga sekitar. Selama ini, bunga abadi itu digunakan sebagai souvenir. Setelah di budidaya, diharapkan tidak ada lagi warga setempat yang membuat souvenir dari bunga edelweis yang tumbuh liar di alam.

“Rumah adat ini bisa menjadi museum, untuk mengetahui Suku Tengger,” terang Camat Sukapura, Yulius Christian, Minggu (6/1/2019).

Dalam rumah adat itu, juga ada perabot dan interior Suku Tengger. Lengkap dengan tungku yang digunakan untuk memasak. Serta budaya warga tengger saat menerima tamu spesial. Lazim disebut tradisi “Gegeni Tengger”.

Bagaimana, masih penasaran dengan bentuk asli rumah adat Suku Tengger? Datang saja langsung ke Dusun Seruni, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Lokasinya berada di bawah Puncak Seruni Poin. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration