Senin, 18 Februari 2019
Opini

Tattoos on the Hearth dan Nafas Baru Eks-gengster Amerika

Tattoos on the Hearth dan Nafas Baru Eks-gengster Amerika Abdulloh Hamid, M.Pd, Awardee IVLP US Departement of State 2018. (Grafis: TIMES Indonesia)
Kamis, 03 Januari 2019 - 13:13

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Apa yang kita pikirkan ketika melihat seseorang bertato? banyak dari kita mempunyai persepsi negatif, tato identik dengan yang tidak baik (preman, geng, dll) saya juga mempunyai persepsi demikian, dan secara alami kita cenderung tidak suka dengan apa yang tidak kita ketahui, namun kesan yang berbeda saya rasakan ketika bertemu dengan seorang remaja bernama BN (nama samaran), seorang ramaja kelahiran Los Angles California Amerika, dia berusia 22 tahun, seorang mantan anggota gangster, dia mulai kecil dia dibesarkan di lingkungan keluarga “broken home” ayahnya bercerai dengan ibunya, lalu dia memilih hidup bersama dengan ibunya, dia bercerita kepada saya tentang kehidupannya, dengan sedih dia bercerita bahwa ibunya adalah seorang pemakai narkoba dan wanita penghibur.

Pagi itu saya bersama teman-teman menemuinya di salah satu sudut kota Los Angeles  “homeboy industries” dari penampilannya dia kelihatan seperti orang biasa, di leher dan wajah terdapat beberapa tato, dengan enjoy bercerita tentang masa lalunya sambil memegang minuman bersoda yang diminum di sela-sela dia bercerita “sekarang saya sudah berhenti menjadi gengster dan sudah bekerja menjadi pemandu wisata di komunitas Homeboy Industries”.

Homeboy Industries adalah program kaum muda yang didirikan pada tahun 1992 oleh seorang Pastor “Greg Boyle” mengikuti karya komunitas basis Kristen di Gereja Misi Dolores. Program ini dimaksudkan untuk membantu mantan anggota geng dan mantan narapidana dengan berbagai program gratis, seperti konseling kesehatan mental, layanan hukum, penghapusan tato, kurikulum dan kelas pendidikan, pelatihan kesiapan kerja, dan layanan ketenagakerjaan.

Aspek khas Homeboy Industries adalah strukturnya dari perusahaan sosial yang beragam dan bisnis sosial. Ini membantu orang-orang muda yang mantan anggota geng dan mantan narapidana memiliki kesempatan untuk memperoleh keterampilan kerja dan mencari pekerjaan di lingkungan yang aman dan suportif. Di antara bisnisnya adalah Homeboy Bakery, Homegirl Café  & Catering, Homeboy/Girl Merchandise, Pasar Petani Homeboy, The Homeboy Diner di City Hall, Homeboy Silkscreen & Embroidery, Homeboy Grocery, dan Homeboy Cafe & toko roti di terminal American Airlines di Bandara Internasional Los Angeles.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration