Sabtu, 20 April 2019
Opini Opini

The New Year 2019: Antara Harapan dan Hambatan

The New Year 2019: Antara Harapan dan Hambatan Muhammad Fahmi Hidayatullah, M.Pd.I Dosen FAI Unisma (Grafis: TIMES Indonesia)
Selasa, 01 Januari 2019 - 00:31

TIMESINDONESIA, MALANGBERBAGAI cara dilakukan oleh setiap manusia untuk merayakan momentum pergantian tahun. Perayaan tersebut dilakukan karena ada kemungkinan antara kufur dan syukur. Merayakan pergantian tahun dengan penuh syukur diselipkan harapan dan doa di tahun yang akan datang.

Namun, perayaan dengan cara kufur dilakukan melalui perilaku dan tindakan yang mencerminkan sikap hedonisme dengan menghambur-hamburkan harta serta merugikan orang lain, contohnya hura-hura di jalanan, minum-minuman keras, serta pesta berlebihan yang melanggar norma agama dan negara.

Kedua kemungkinan di atas, setiap tahunnya bisa dilakukan oleh setiap manusia, karena pada dasarnya kehidupan dunia ada hitam dan putih. Oleh karennya, demi meminimalisir perbuatan yang melanggar norma susila, pemerintah menyelenggarakan beragam event di berbagai daerah yang dapat dinikmati seluruh kalangan seperti perayaan tahun baru 2018.

Adapun event yang diselenggarakan meluputi: penyediaan panggung hiburan untuk pagelaran musik, pameran kuliner khas daerah termasuk presiden Joko Widodo menggelarnya, pesta kembang api yang dipusatkan di berbagai titik masing-masing daerah.

Tujuannya menghindari perilaku menghambur-hamburkan harta dan penggunaan petasan serta berbagai perayaan lain yang memusatkan masyarakatnya terpusat pada satu titik kegiatan daerah yang diselipkannya doa bersama.

Selain perayaan diatas, pada tahun 2018 terdapat pula beberapa daerah yang menyelenggarakan event berbeda dengan daerah lain pada umumnya.

Contohnya, Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri Yogayakarta dan kabupaten Sumedang merayakan tahun baru dengan pagelaran budaya, Provinsi Jawa Timur menyelenggarakn doa bersama dan shalawatan yang diikuti Ikatan Seni Hadrah (ISHARI) dari enam daerah, yaitu Pasuruan, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Sementara di Provinsi DKI Jakarta menggelar acara nikah massal yang dikuti oleh kurang lebih 500 pasangan yang dapat disimpulkan tahun baru dengan pasangan baru yang akan membawa keberkahan hidup dan kelancaran segala urusan.

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration