Senin, 18 Februari 2019
Opini Catatan Ruchman Basori *

Banser, Natal dan Tahun Baru

Banser, Natal dan Tahun Baru Ruchman Basori (Foto: Ist/TIMES Indonesia)
Senin, 31 Desember 2018 - 22:15

TIMESINDONESIA, JAKARTABULAN DESEMBER adalah bulan ujian dan bulan kesabaran bagi kalangan Gerakan Pemuda Ansor wabil khusus Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Karena pada bulan ini, terutama saat perayaan Natal, yang bersambung dengan tahun baru, organisasi di bawan Nahdlatul Ulama ini panen hujatan, cacian bahkan stigma kafir, karena melakukan pengamanan gereja dan tempat-tempat strategis lainnya. Walau gelombang bully dan stigma kafir tidak sederas pada tahun-tahun yang lalu.

Sejak tahun 90-an Banser diperintah langsung oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk ikut mengamankan gereja. Menjaga keamanan dan ketertiban negara kita Indonesia adalah sebuah kewajiban dan gereja ada di Indonesia. 

Jangan sampai ada anak bangsa sedikitpun yang tidak aman lagi nyaman menjalankan agama dan keyakinannya. Ajaran hubbul wathon minal iman dan menjaga persaudaraan sesama bangsa (ukhuwah wathoniyah) inilah yang dijadikan dasar teologis para kader Ansor.

Sebenarnya tidak hanya gereja yang dilakukan pengamanan oleh Banser. Tetapi juga rumah-rumah ibadah agama yang lain seperti Wihara, Pura, Klenteng apalagi Masjid sebagai tempat ibadahnya sendiri. 

Tetapi yang muncul di permukaan adalah Banser Menjaga Gereja. Tentang dalil agama bagi Ansor dianggap sudah selesai dan tidak pernah diperdebatkan, karena menyandarkan diri pada Al-Quran, Hadits, Ijma dan Qiyas sebagai basis cara berpikir dan berbuat.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration