Peristiwa - Daerah

Indonesia di Tengah Ancaman Proxy War, Begini Kata Para Pakar

Indonesia di Tengah Ancaman Proxy War, Begini Kata Para Pakar Jajaran Rektorat UMM, Dekan Fisip dan pewakilan TNI dan Polri membacakan Deklarasi Gerakan Indonesia Anti Adu Domba (#geraiduda) yg diikuti oleh semua peserta. (FOTO: HI UMM for TIMES Indonesia.)
Jum'at, 28 Desember 2018 - 12:41

TIMESINDONESIA, MALANG – Ancaman keterlibatan aktor-aktor eksternal untuk mejadikan Indonesia sebagai arena pertarungan kepentingan, baik ekonomi, politik, maupun keamanan, menjadi hal yang perlu diperhatikan. Terutama di tahun politik dan menjelang Pemilu 2019.

Posibilitas ancaman keamanan dari kepentingan negara-negara besar maupun adanya upaya provokasi dan adu domba dari kelompok-kelompok tertentu menjadi isu yang mengemuka. Dampaknya adalah berpotensi memecah belah serta mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Indonesia-Anti-Adu-Domba-2.jpgSalah satu pakar HI dan Terorisme global UMM, Gonda Yumitro, MA menyampaikan pandangannya tentang proxy war dan terorisme sebagai ancaman keamanan Indonesia. (FOTO: HI UMM for TIMES Indonesia)

Menyadari hal tersebut, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Laboratorium Kajian Hubungan Internasional, dan Komunitas Kajian Keamanan Global dan Terorisme (K3GT) HI UMM menggelar refleksi akhir tahun. Bertajuk Refleksi Akhir Tahun: Dari UMM untuk Bangsa.

Acara tersebut mengusung tema “Indonesia di Tengah Ancaman Proxy War (Analisa Multi Perspektif)”. Dihadiri oleh berbagai pakar, aparat sipil, militer dan Polri, dan sekitar 200 mahasiswa, acara berlangsung di Aula Lantai 9 GKB IV Kampus III UMM, Kamis (27/12/2018).

Wakil Rektor II UMM Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. dalam pandangannya menegaskan bahwa dalam menghadapi ancaman proxy war, Indonesia harus memperkuat sektor ekonomi dan produksi. "Selain itu, harus pula mempersempit kesenjangan ekonomi dengan melakukan pemerataan di mana pembangunan tidak hanya fokus di pulau Jawa," ucapnya.

Sementara menurut Dekan FISIP Dr. Rinikso Kartono, M.Si. yang juga pakar keamanan kesehatan, Indonesia ke depan menghadapi ancaman children stunting dan baby fat salah satunya sebagai akibat pola hidup anak-anak masa kini yang lebih senang mengonsumsi fast food.

Indonesia-Anti-Adu-Domba-3.jpgWakil Rektor 2 UMM Dr. H Nazaruddin Malik, M.Si sebagai pakar Ekonomi Politik menyampaikan pandangannya tentang ancaman Proxy War dalam perspektif Ekonomi Politik. (FOTO: Tria Adha/TMES Indonesia)

Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kol. Inf. Bagus Suryadi, yang juga hadir menyampaikan pandangannya. Menurutnya, Indonesia saat ini berada di dalam keadaan yang sangat rentan.

“Kita tidak bisa berdiam diri melihat apa yang dilakukan oleh negara-negara di sekitar kita, karena setiap negara memiliki kepentingan. Campur tangan asing tidak akan pernah memberikan manfaat, seperti yang terjadi di Timur Tengah,” katanya.

Karena itu, menurutnya, yang harus dilakukan adalah membentengi seluruh warga negara Indonesia sehingga memiliki daya tangkal terhadap kepentingan-kepentingan pihak eksternal.

Lebih lanjut, acara yang dikonsep dalam bentuk round-table discussion ini juga diisi dengan penyampaian pandangan dari berbagai pakar UMM terkait isu-isu ancaman keamanan terkini.

Hadir di antaranya pakar ekonomi Yunan Syaifullah, M.Sc.; pakar politik hukum Dr. Dr. Sulardi, M.Si; pakar sosiologi lingkungan Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D; serta pakar pertanian dan keamanan pangan Dr. Ir. David Hermawan, M.P. Hadir pula Dr. Asep Nurjaman, M.Si. sebagai pakar politik pemerintahan; Dr. Saiman, M.Si. selaku pakar politik perbatasan; pakar media dan komunikasi Sugeng Winarno, MA; pakar teknologi dan cyber Saifuddin, M.Kom.; serta pakar Hubungan Internasional dan terorisme Gonda Yumitro, MA.

Para pakar tersebut menyampaikan pemaparan dan pandangannya terkait isu-isu keamanan kontemporer di antaranya keamanan pangan dan pertanian, keamanan kesehatan, isu lingkungan, politik dan keamanan nasional, media dan teknologi cyber, serta isu Islam dan terorisme dari berbagai perspektif keilmuan.

Selain itu, juga digelar Deklarasi Gerakan Indonesia Anti Adu Domba (#Geraiduda) sebagai bentuk komitmen sivitas akademika UMM terhadap segala upaya provokasi dan adu domba untuk memecah belah kesatuan bangsa.

Ketua Prodi HI UMM M. Syaprin Zahidi, MA menyampaikan bahwa acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang dimaksudkan untuk menunjukkan kontribusi nyata HI UMM pada bangsa. Tambahnya, hal ini sekaligus untuk menjadikan HI UMM sebagai center of excellent dalam kajian-kajian HI kontemporer di Indonesia. (*)

Jurnalis : Tria Adha
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration