Minggu, 17 Februari 2019
Wisata

Wisata plus Mengedukasi, iGuides Sematkan 5 Bintang untuk Cau Chocolate Bali

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:00

TIMESINDONESIA, TABANAN – Mengunjungi Bali tak hanya soal pantainya yang eksotis. Banyak destinasi wisata yang patut dicoba dan dinikmati. Cau Chocolate Bali merupakan salah satu eduwisata yang mengusung tema berbeda ini sukses terindeks di Indonesia's Recommendation Index (IRX) dengan 5 bintang oleh tim iGuides TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Cau Chocolates didirikan pada tahun 2014  merupakan sebuah perusahaan yang didedikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao. Wisata yang berlokasi di Jalan Raya Marga-Apuan, Tabanan ini berdiri di atas lahan 10.000 m² yang terdiri dari restoran, workshop coklat, sawah dan kebun coklat. Bahkan di Cau Chocolate Bali kita bisa mengenal pertanian secara lebih dekat. Baik pertanian padi maupun kakao yang diolah menjadi coklat siap konsumsi.

Cau-Chocolates-Bali-3.jpg

"Tak hanya bersenang-senang, di Cau Chocolate Bali Anda bisa menikmati bagaimana menjadi orang Bali yang sesungguhnya dengan memilih paket Bali Life. Cau Chocolate memiliki paket lengkap berwisata dari agrowisata, edukasi, homeindustri dan budaya. Benar-benar one-stop tourism yang unik," ungkap Ye Rachma, sekretaris tim iGuides TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) usai paparan hasil riset review.

iGuides reviewer terafiliasi dengan platform penyedia review riil sekaligus. Yakni TripAdvisor, iGuides, Agoda, Pegi Pegi, Traveloka, Booking, Foursquare, AirBnB, Facebook, Youtube, dan Google Local Guide. Hasil review tersebut jadi dasar iGuides memasukkan destinasi wisata ini ke Indonesia's Recommendation Index (IRX) atau Indeks Rekomendasi Indonesia iGuides.

Cau-Chocolates-Bali-5.jpg

Mengamati langsung pembuatan Coklat Organik di Cau Chocolate merupakan pengalaman menarik yang tiada duanya.

Simaklah ulasan dari Suchiie Aryniie yang merekomendasikan Cau Chocolate Bali lewat ulasannya di Facebook lengkap dengan 5 stars-nya.

"Senang bisa berkunjung ke Cau Chocolate Bali. Satu-satunya pabrik cokelat milik orang Bali. Karyawannya ramah dan santun. Proses pengolahannya juga sangat alami dan memakan waktu yang lumayan lama, coklatnya juga menyehatkan. Banyak mendapat pengalaman dan pembelajaran di Cau Chocolate Bali. See you next time," ulasnya.

Cau-Chocolates-Bali-7.jpg

Melalui Tripadvisor, Jayadipina menuliskan pengalaman menikmati eduwisata di Cau Chocolate Bali.

"Liburan sambil belajar. Saya sangat senang telah memilih Cau Coklat sebagai tujuan liburan keluarga saya, selain suasananya yang tentram, coklatnya pun enak sekali, karena saya suka dark coklat, mungkin istri dan anak anak lebih suka coklat susu, tapi benar benar memuaskan. Karena kita dapat wawasan tentang coklat. Tempat ini sangat saya rekomendasikan untuk tujuan wisata keluarga," ulasnya mantap.

Dona Puspita dari Google Local Guide memberi ulasan 8 bulan lalu ketika mengunjungi wisata ini.

Cau-Chocolates-Bali-8.jpg

"Sebuah tempat agrowisata, kita bisa belajar bagaimana pengolahan coklat dari awal memetik buah kakao dari pohonnya langsung sampai menjadi coklat lezat yang disukai semua kalangan. Selain itu kita juga diajak untuk menanam bibit padi, kita bisa merasakan sensasi ala petani sungguhan dengan terjun langsung ke sawah. Terdapat juga store yang menyediakan coklat untuk oleh-oleh. Really nice place," katanya.

I Wayan Alit Arya Wiguna, pengguna Traveloka, memberi nilai excellent pada ulasannya tentang agrowisata ini.

=

"Salah satu misi Cau Chocolate Bali adalah mengajak generasi muda mengenal dan mencintai pertanian, melalui pengolahan cokelat serta membiasakan diri untuk mengkonsumsi cokelat sebagai salah satu pangan yang sehat," ulasnya.

Tak hanya sebuah 'pabrik cokelat', tapi segalanya tentang Bali. Cau Chocolate Bali ini memang layak terpilih menjadi salah satu wisata edukasi yang terekomendasi 5 star oleh tim reviewer iGuides TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id). Agrowisata yang cocok untuk segala usia ini memang patut terindeks di Indonesia's Recommendation Index (IRX). Congrats. (*)


Jurnalis : Yeni Rachmawati (DJ-008)
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Loading...
Registration