Pendidikan

Dosen UMY Temukan Inovasi Memperkuat Struktur Bangunan dengan Waterglass

Dosen UMY Temukan Inovasi Memperkuat Struktur Bangunan dengan Waterglass Dosen UMY Taufiq Ilham Maulana, S.T., M.Eng menunjukkan penghargaan International Conference on Sustainable Construction and Structures (ISuCOS) 2018. (FOTO: Humas UMY/TIMES Indonesia)
Jum'at, 07 Desember 2018 - 19:26

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Taufiq Ilham Maulana, S.T., M.Eng menemukan inovasi baru di teknologi bidang struktur bangunan yaitu memperkuat struktur bangunan dengan waterglass.

Menurutnya, pembangunan kembali paska bencana alam terdapat beberapa solusi yang bisa diambil. Salah satunya adalah perbaikan, terutama untuk infrastruktur yang memang masih memiliki potensi seperti bangunan.

Banyak struktur yang dibangun di Indonesia menggunakan beton dan seringkali membangun kembali sebuah bangunan dari awal akan memakan biaya yang besar. Dalam penelitian itu, Taufiq bersama mahasiswanya bernama Dimas Irfani berusaha mencari inovasi yang dapat diterapkan pada proses perbaikan.

“Tujuannya adalah proses perbaikan yang dilakukan tidak hanya sekadar memperbaiki tapi juga meningkatkan ketahanan dan juga kualitas dari bangunan tersebut,” kata Taufiq, Jumat (7/12/2018).

Dosen Teknik Sipil UMY menuturkan, penelitian yang dilakukannya merupakan perbaikan struktur menggunakan sodium silikat atau yang juga dikenal sebagai waterglass. Perbaikan struktur pada bangunan yang rusak seperti pada kolom atau tiang bangunan, menggunakan sodium silikat dapat meningkatkkan ketahanan dari struktur tersebut.

“Sodium silikat berfungsi untuk mengurangi porositas dengan lebih merekatkan material di dalam struktur, juga dapat membuat struktur tersebut lebih tahan air,” papar Taufiq.

Untuk memastikan temuannya ini, ia telah menguji di laboratorium Teknik UMY. Percobaan tersebut dilakukan dengan mengaplikasikan campuran sodium silikat dan semen dengan perbandingan 1:1, 1:2 dan 3;4 pada struktur berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm yang rusak.

Sebagai ilustrasi misalkan struktur tersebut sebelum rusak memiliki kekuatan untuk menahan daya sebanyak 30 megapascal, kemudian struktur rusak tersebut kita perbaiki dengan mengaplikasikan campuran sodium silikat dan semen.

“Setelah masa tunggu 28 hari dilakukan pengetesan terhadap ketahanannya dan setelah benda uji dirusak dan diperbaiki, diketahui bahwa sodium silikat dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 72 persen dari kekuatan awal 30 megapascal tadi," jelas Taufiq.

Ia menegaskan, penelitian ini masih pendahuluan dan akan dikembangkan ke depannya. Ia berharap, temuannya dapat diterapkan secara full scale ke bangunan yang berfungsi secara penuh misal pada perbaikan gedung.

Hasil temuan dosen UMY ini telah dipresentasikan dalam The 2nd International Symposium on Civil and Environmental Engineering (ISCEE) di Malaysia pada 2 dan 3 Desember 2018. Paper yang mengungkap temuan inovasi memperkuat struktur bangunan dengan waterglass berhasil meraih Best Paper Award untuk International Conference on Sustainable Construction and Structures (ISuCOS) 2018. (*)

Jurnalis : Kurniasari Alifta R (MG-51)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration