Jum'at, 14 Desember 2018
Olahraga

Hebat, Tim Mapagama Taklukan Sungai Franklin, Australia

Hebat, Tim Mapagama Taklukan Sungai Franklin, Australia Tim Mahasiswa Pecinta Alam UGM (Mapagama) ketika menaklukan derasnya arus Sungai Franklin, Tasmania, Australia. (FOTO: Dokumen Mapagama/TIMES Indonesia)
Jum'at, 07 Desember 2018 - 20:01

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Hebat. Ya, kata ini layak sandang tim Mahasiswa Pecinta Alam UGM (Mapagama) yang berhasil menaklukan derasnya arus Sungai Franklin, Tasmania, Australia. Penaklukan sungai sepanjang 125 kilometer dalam ekspedisi bertema Pristine Wild Rivers dilakukan pada akhir November 2018.

Mengingat panjangnya sungai, tim yang beranggotakan tujuh orang tersebut mengarungi derasnya sungai selama delapan hari.

Ke-8 mahasiswa tersebut adalah Irfan Hafiyyansah dari Fakultas Hukum, Lutfi Perdana (Fakultas Filsafat), Rais Kun Fajar PS (Fakultas Teknik), dan Iqbal Setya Nugraha (Fakultas Psikologi). Kemudian, Suryo Abdi Pangestu, Laily Adhliya, dan Dimas Satria W dari Sekolah Vokasi.

Arung-jeram-Mapagama-2.jpg

“Kami berangkat ke Australia pada 14 November dan tiba di tanah air pada 30 November 2018,” kata Ketua Tim Ekspedisi Irfan Hafiyyansah dalam siaran pers yang diterima TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Irfan menambahkan, Sungai Franklin berada di Pulau Tasmania. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pengarungan karena pemandangan alam yang cukup menarik dan karakteristik komponen sungai berbeda dengan sungai di negara lain.

Sungai Franklin berada di pedalaman hutan Taman Nasional Franklin-Godon, Pulau Tasmania. Kawasan itu memiliki kelembaban tinggi dan suhu yang dingin hingga lima derajat pada malam hari.

“Karakteristik sungai Franklin tidak ada di sungai-sungai yang ada di Indonesia,” papar Irfan.

Irfan bersama teman-temannya merasa nyaman selama mengarungi sungai tersebut. Sebab, Sungai Franklin merupakan sungai paling bersih yang pernah ia temui selama melakukan berbagai pengarungan sungai di Indonesia.  Kebersihan sungai sangat dijaga oleh penduduk setempat.

“Ada sejumlah larangan yang harus dipatuhi penduduk yang tinggal di sekitar Sungai Franklin. Seperti, tidak boleh membuang kotoran manusia maupun sampah, tidak menyalakan api unggun, tidak mencuci di sungai dan lain sebagainya. Jika ada yang melanggar pihak taman nasional akan memberikan denda yang besar terhadap pelanggar larangan tersebut,” papar salah satu anggota tim Tim Mapagama ini. (*)

Jurnalis : A Riyadi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration