Jum'at, 14 Desember 2018
Politik

Habib Bahar Tersangka, TKN Duet Jokowi-Ma'ruf Tepis Isu Kriminalisasi Ulama

Habib Bahar Tersangka, TKN Duet Jokowi-Ma'ruf Tepis Isu Kriminalisasi Ulama Habib Bahar (FOTO: Merdeka)
Jum'at, 07 Desember 2018 - 13:40

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin menjelaskan, penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith oleh Bareskrim Mabes Polri dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo murni karena penegakan hukum, bukan kriminalisasi ulama. 

"Iya dong (penegakan hukum). Masak sedikit-sedikit (kriminalisasi) kalo kemudian ada orang dengan seenaknya mencaci orang lain, siapa pun dia kan ada klausul hukumnya, pencemaran nama baik. Kan bukan untuk tokoh agama, tapi ke semua rakyat Indonesia," ujar Jubir TKN Irma Suryani Chaniago, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Pemanggilan Habib Bahar ke Bareskrim Polri kemarin diikuti aksi demonstrasi. Peserta aksi yang terdiri dari dari berbagai organisasi masyarakat Islam seperti FPI, Laskar Pembela Islam, Jawara Betawi, dan Pemuda Pecinta Rasulullah (PPR) itu menuding kasus hukum yang menjerat Bahar sebagai kriminalisasi ulama.

Irma melihat, aksi demonstrasi itu sebenarnya strategi untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan dengan menggunakan dalih agama. "Nah kalau ini terus-terusan dilakukan, kita (Indonesia) akan jadi Suriah kedua nanti," tegas dia. 

Untuk itu, politikus Partai NasDem ini meminta seluruh lapisan masyarakat agar tidak membawa agama untuk kepentingan-kepentingan politik atau mengintervensi aparat kepolisian dalam menegakkan hukum. 

Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Habib Bahar tersangka karena diduga menghina dan menebar kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui ceramahnya. 

Dia dijerat dengan Pasal 16 juncto pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 Juncto 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 207 KUHP. 

"Kita pun harus menghormati dan meyakini agama kita masing-masing tentu, tapi itu tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, apalagi kepenting politik kan, gak bagus juga buat agama," tandas Irma, Jubir TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration