Jum'at, 14 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

Ini Kitab-kitab ‘Keabadian’ Pengabdian Amin Said Husni

Ini Kitab-kitab ‘Keabadian’ Pengabdian Amin Said Husni Ini lah buku-buku yang menceritakan kesuksesan ASH (Amin Said Husni) menjadi bupati Bondowoso dua periode (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 07 Desember 2018 - 14:04

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Terdapat beberapa judul buku, yang mangabadikan pengabdian, berikut juga keberhasilan Amin Said Husni, selama dua periode menahkodai Kabupaten Bondowoso.

Diantaranya, buku dengan judul Bondowoso Republik Kopi, From Coffee to World Inspiration. Bondowoso Dari Kota Pensiun ke Kota Kampiun. Bondowoso Menggapai Kota Kampiun. Rekam Jejak 10 Tahun Masa Bakti Bupati Amin Said Husni, dan Mozaik Pemikiran dan Kepimpinan.

Buku-buku itu menceritakan, bagaimana manuver ASH untuk memajukan Bumi Ki Ronggo ini. Misalnya dalam Rekam Jejak 10 Tahun Masa Bakti Bupati Amin Said Husni, menjelaskan berbagai inovasi Bupati Bondowoso ASH, untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyatnya.

Di antaranya, melalui inovasi dalam bidang pertanian dan perkebunan (khususnya kopi), dan akhirnya Bondowoso dikenal dengan BRK (Bondowoso Republik Kopi), sebagai branding city yang cukup sukses. Selain itu juga di bidang pendidikan, serta pariwisata.

Di buku lain, juga dijelaskan Trilogi kepemimpinan ASH, yakni beriman, berdaya, dan bermartabat, yang menjadi energi tersendiri dalam setiap tindak-tanduk pemerintahannya, dan terbukti menjadi ‘azimah’ yang sangat ampuh, untuk memajukan Bondowoso, merubahnya dari kota pensiun ke kota kampiun, menjadikan masyarakatnya bermartabat. 

Dalam sebuah Instastorynya, ASH mengapresiasi karya-karya tersebut, yang menjadi bukti capaiannya selama ini. Dalam akun @aminshusni, ia menuliskan begini.

“Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang.”

“Saya tidak punya gading, karena saya memang bukan gajah, dan bukan harimau pula. Tapi setidak-tidaknya, noktah-noktah perjuangan saya, khususnya dalam satu dekade terakhir ini, terangkum dalam buku-buku ini.”

Ia berharap buku-buku yang menceritakan banyak hal, tentang pengabdiannya, bisa jadi inspirasi.

“Selain untuk dokumentasi, saya berharap buku-buku ini bisa menjadi sumber inspirasi. Itu saja,” tulis Amin.

Pria kelahiran Pamekasan, 19 Agustus 1966 itu juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada penulis dan semua yang terlibat dalam penerbitannya.

“Terima kasih kepada para penulis, dan semua yang membantu seluruh proses penulisan hingga penerbitannya,” Amin mengakhiri postingannya.

Beberapa judul buku, yang mangabadikan pengabdian Amin Said Husni, selama dua periode menahkodai Kabupaten Bondowoso tersebut, banyak diburu penikmat buku. Bahkan dalam postingan ASH itu, banyak netizen yang bertanya, di mana buku itu harus diperoleh. (*)

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration