Selasa, 18 Desember 2018
Politik

TGB Zainul Majdi : Politik Identitas Sudah Ada Sebelum Zaman Nabi Muhammad

TGB Zainul Majdi : Politik Identitas Sudah Ada Sebelum Zaman Nabi Muhammad TGB Zainul Majdi (dua dari kiri) (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:23

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang mengungkapkan bahwa politik Identitas yang kini kembali mengemuka sejatinya telah ada sejak dari zaman sebelum Nabi Muhammad SAW.

Namun, ketika itu, politik identitas ditujukan untuk memperkuat persatuan, kesatuan kebangsaan dan bukan untuk melebarkan jarak perbedaan.

Tak hanya di zaman Nabi, para pendiri bangsa saat itu juga mempraktekan politik identitas dalam bernegara.

"Politik identitas itu praktek sejak dulu terjadi, tapi para pendahulu kita bapak- bapak bangsa sudah mengajarkan kepada kita melalui praktek politik mereka, bahwa politik identitas itu diarahkan untuk memperkuat kebangsaan, jadi politik identitas itu bukan untuk memperbesar perbedaan, bukan untuk membangun polarisasi, tapi dijadikan sebagai bahan untuk memperkokoh kebangsaan kita sebagai suatu bangsa di indonesia," katanya usai Diskusi dan Pelatihan Kader Lanjutan PKC PMII Jakarta di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

"Kehidupan Nabi Muhammad SAW, bahkan sebelum beliau menjadi rasul, dan juga ditegaskan oleh beliau setelah menjadi nabi dan rasul," katanya.

Untuk itu, dia mengajak semua elite politik dan masyarakat untuk tetap menjaga dan memperkuat persatuan, kesatuan kebangsaan sebagai kesepakatan para pendiri bangsa.

"Bahwa hal-hal yang baik, kesepakatan yang diambil untuk menegakkan keadilan, kebenaran, untuk memperjuangkan suatu visi yang mulia itu wajib untuk dijaga, siapapun yang menginisiasinya, apalagi yang menginisiasinya adalah kalau dalam konteks kita (Indonesia) adalah bapak- bapak bangsa kita sendiri, jadi ber NKRI adalah bagian dari ibadah sosial kita sebagai umat islam di indonesia," katanya. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration