Selasa, 18 Desember 2018
Politik

Pengamat: Prabowo Subianto Harus Lebih Rendah Hati

Pengamat: Prabowo Subianto Harus Lebih Rendah Hati Pengamat Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana, Maksimus Ramses Lalongkoe (Foto: Breakingnews)
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:53

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dianggap terlalu berlebihan dengan mengkritik media dan mengatakan jurnalis di Indonesia merupakan antek yang akan merusak NKRI.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana, Maksimus Ramses Lalongkoe.

"Saya kira sikap (Prabowo) itu gak bener," kata Ramses kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) melalui pesan Whatsapp, Kamis (6/12/2018).

Menurut dia, Prabowo sebagai calon pemimpin harus lebih rendah hati. Pasalnya, media punya standar soal mana berita atau informasi yang layak untuk dimuat dan mana yang tidak.

"Saya melihat sikap prabowo makin hari makin kurang menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin," tukas Ramses.

Ramses yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia itu menyebut, sikap Prabowo cenderung emosional dan menyalahkan orang lain.

Diketahui, Prabowo sebelumnya mengkritik jurnalis saat berpidato dalam Peringatan Hari Disabilitas Dunia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12/2018) kemarin. Prabowo menyebut, jurnalis Indonesia saat ini hanya mencari-cari kesalahan dirinya untuk diberitakan.

"Jadi saya katakan, hei jurnalis kalian tidak berhak sandang sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek," kata Prabowo.

Kekesalan Mantan Danjen Kopassus itu berawal dari aksi reuni 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12) lalu. Kata Prabowo, media tidak fair dalam pemberitaan acara tersebut. "Beberapa hari lalu ada acara besar di Monas, hadir jutaan orang tapi banyak media di Indonesia tidak melihatnya," tukas Prabowo.

"Hebatnya media-media dengan nama besar dan mengatakan dirinya objektif, justru menjadi bagian dari usaha memanipulasi demokrasi. Kita bicara yang benar ya benar, yang salah ya salah. Mereka katakan yang 11 juta hanya 15 ribu," kata Prabowo Subianto. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration