Selasa, 18 Desember 2018
Politik

Tanggapi Prabowo, TKN Duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin: Media Banyak Beritakan Reuni 212

Tanggapi Prabowo, TKN Duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin: Media Banyak Beritakan Reuni 212 Wakil Direktur Bidang Saksi TKN, Lukman Edy (Foto: Istimewa)
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:31

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tim Kampanye nasional (TKN) duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, menolak anggapan capres kubu rival, Prabowo yang memandang media massa arus utama atau mainstream tidak memberikan porsi pemberitaan maksimal terkait aksi Reuni 212 di Monas, 2 Desember kemarin. 

Menurut Wakil Direktur Bidang Saksi TKN, Lukman Edy, banyak acara talkshow dan pemberitaan media nasional mengenai 212, baik cetak maupun elektronik. Karena itu, tidak tepat tudingan adanya framing media enggan menyiarkan kegiatan tersebut berdasarkan fakta-fakta di lapangan. 

"Kalau sebagian besar televisi, media cetak dan elektronik menyiarkan fakta sebenarnya dan bukan framing, maka tidak bisa disalahkan. Itu objektivitas media cetak dan elektronik dalam melihat 212," jelas Lukman Edy di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (6/12/2018). 

Lukman mengatakan TKN sendiri memantau bahwa pemberitaan utama atau headline media cetak banyak sekali yang menampilkan berita Reuni 212 secara objektif dengan dilengkapi foto. Begitu juga dengan media televisi, meskipun tidak semuanya melakukan siaran langsung di lokasi.

Tetapi yang jelas, politikus PKB itu memandang, pemberitaan ihwal Reuni 212 cukup banyak. "Teman-teman media saya rasa memiliki tanggung jawab menyampaikan apa adanya. Dan teman-teman media bukan pihak yang menutup mata dan telinga terhadap fakta-fakta di lapangan," jelasnya.

Lanjut dia, kondisi berbeda didapat dalam sarana media sosial yang kerap digunakan pasangan duet Prabowo-Sandiaga Uno. Lukman berpendapat, tidak ada yang mengawasi media sosial karena belum ada sistem yang menyentuh ranah tersebut, kecuali tim siber kepolisian.

"Kalau misalnya ada medsos (media sosial) yang menebar, ya pihak kepolisian langsung ambil dan bisa dinyatakan sebagai pidana ITE," tutur mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilu itu.

Karena itu, TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin mengaku heran dengan alasan Prabowo yang lebih senang memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemberitaan, termasuk soal Reuni 212. Lukman mengatakan, media sosial merupakan sarana yang rawan fitnah dan kabar bohong, berbeda dengan media arus utama. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration