Sabtu, 15 Desember 2018
Politik

Ini Curhat Kiai Kampung dan Ustadzah di Malang ke Sandi

Ini Curhat Kiai Kampung dan Ustadzah di Malang ke Sandi Sandiaga S Uno. (Tofik For Times Indonesia)
Kamis, 06 Desember 2018 - 13:53

TIMESINDONESIA, MALANGKiai Kampung dan Ustadzah dari berbagai pelosok Malang menyampaikan keluhan ke Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02, Sandiaga S Uno soal kesejahteraan dan sulitnya perekonomian saat ini.

Srihandayani, guru mengaji dari Desa Bareng menyampaikan, saat ini peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi makin jauh panggang dari api. Harga-harga kebutuhan pokok yang naik tidak seimbang dengan penghasilan yang mereka dapatkan. 

“Dulu kami masih dibantu dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini sangat membantu, namun dana itu distop bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM, Jadi kami hanya mendapatkan delapan ribu satu hari, kalau sebulan ditotal hanya dua ratus dua puluh empat ribu rupiah Pak,” curhat Sri kepada Sandi dalam acara bertajuk Curhat Kiai Kampung kepada Bang Sandi Hotel Syariah Radho Jalan Simpang Kawi No 3, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (6/12/2018).

Sementara itu, Salim Asegaf mengeluhkan kepada Sandi soal biaya listrik yang kini makin tinggi dan tentunya membebani kehidupan.

“Bayangkan pak, kami nggak punya televisi juga nggak punya mesin cuci, tapi satu bulan bisa lebih dari tiga ratus ribu, tiap kali meteran listrik berbunyi deg-degan rasanya,” canda Salim. 

Menanggapi curhatan Ustadzah Sri Handayani dan Salim Assegaf, Mantan wakil gubernur DKI ini mengaku sangat prihatin. Duet Prabowo - Sandi berjanji bakal memperjuangkan nasib guru ngaji dan para kiai kampung.

“Banyak hal yang harus diperbaiki. Terutama kebijakan lpada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. In Shaa Allah saya tampung aspirasinya. Kami akan mensejahterakan guru ngaji dan kiai," ucapnya.

Mantan Ketua HIPMI ini juga berjanji bakal memfasilitasi para kyai kampung dengan sebuah pusat usaha dengan mendirikan One Kyai for One Center Enterpreneurship (OK OCE). Hal itu guna menambah penghasilan para kiai dan ustadzah.

"Kami akan bikin One Kiai for One Center Enterpreneurship, satu kiai dengan satu pusat pelatihan wirausaha. Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih,” jelas Sandi. 

Untuk masalah listrik, lanjut Sandi, Duet Prabowo - Sandi seandainya mendapatkan amanat melayani masyarakat  Indonesia, bukan hanya ingin menciptakan swasemba pangan, air, tapi juga swasembada energi dan di mulai dari desa. 

“Masalah energi ini juga harus ada solusinya. Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kita pikirkan untuk swasembada enerji surya dengan membatasi energi fosil. Energi yang terbarukan,” terang Sandi. 

Selanjutnya, duet Prabowo-Sandi akan menggerakkan ekonomi rakyat. Kebijakan ekonomi yang menciptakan dan menyediakan lapangan kerja serta membuat harga-harga kebutuhan bahan pokok terjangkau dan stabil. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration