Jum'at, 14 Desember 2018
Ekonomi

Kemkominfo Ajak UMKM Turut Gerakkan e-Commerce via Transaksi Online

Kemkominfo Ajak UMKM Turut Gerakkan e-Commerce via Transaksi Online Pembicara seminar Ayo jualan UMKM online
Kamis, 06 Desember 2018 - 12:33

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) mengadakan Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat, dan Aman di aula Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Rabu, (5/12/2018).

Pada kesempatan tersebut Kemeninfo mengadakan pelatihan serta fasilitasi dan simulasi jualan online untuk mengajak pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) turut serta membangun dan menggerakan usaha ecommerce di Indonesia. Ini dilakukan mengingat potensi besar akan pengembangan transaksi online di Indonesia.

Dengan menggandeng pemerintah kota Denpasar, LPP RRI Denpasar, serta marketplace Bukalapak untuk mengedukasi UMKM terkait penggunaan e-commerce, diharapkan para pelaku UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan e-commerce untuk mengembangkan usaha mereka.

Terlebih Indonesia dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia, mengingat saat ini terdapat penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 132 juta, pengguna e-comerce yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat saat ini.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak akhir tahun 2014, Kementerian dan Lembaga bersama Asosiasi terkait dibawah koordinasi Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama menyiapkan ekosistem yang baik untuk mengembangkan industri e-Commerce local.

Hasilnya adalah PP No.74 Tahun tentang Roadmap e-Commerce Indonesia yang berisi inisiatif-inisiatif solusi terkait isu-isu seputar e-Commerce untuk mendukung dan mendorong potensi pertumbuhan e-commerce Indonesia.

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia harus dikerjakan bersama dengan lembaga terkait agar menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan sinkron.

"Pemerintah juga merumuskan prinsip-prinsip utama pengembangan e-commerce lewat aksi afirmatif dengan poin utama pelaku bisnis e-commerce local terutama pelaku bisnis pemula dan UMKM mendapatkan perlindungan yang layak serta menjadi prioritas," lanjut Rosarita.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim,Septriana Tangkary.

Dalam keterangannya, Septriana mengatakan transaksi online melalui portal e-commerce semakin popiler digunakan di masyarakat luas, dan hal tersebut dpat dinilai sebagai perkembangan positif, karena semakin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli saat ini.

Hal tersebut penting disampaikan keepada UMKM agar semakin mengerti potensi pasr yang begitu besar.

"Langkah awal sudah terjajaki, namun edukasi akan penggunaan portal e-commerce penting untuk terus dilakukan," jelas Septriana. Perkembangan ekonomi ini harus terus dipupuk, dan masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk terus melakukan transaksi online agar industri dapat terus berkembang dengan pesat. Namun penting untuk diingat, masyarakat pun perlu dilindungi dengan dibeli ilmu cara bertransaksi digital yang aman," jelasnya.

Septriana menjelaskan bahwa melalui acara tersebut, ia juga ingin melakukan sosialisai gerakan ‘Ayo UMKM Jualan Online’.

Saat ini dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Namun, baru sekitar 8% atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya.

"Padahal tren pergerakan konsumen semakin membesar di transaksi online," jelasnya.

Acara ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah pemaparan para narasumber dalam format diskusi panel mengenai transaksi jual beli dalam e-commerce secara umum.

Lalu sesi  kedua adalah workshop berjualan online untuk para pelaku UMKM, pedagang pasar ataupun siapa saja yang berminat untuk memasarkan produknya secara online.

Selain Septiana Tangkary, beberapa pembicara yang ikut memberikan informasi pada acara ini antara lain pengamat ekonomi, Drs.I Gusti Agung Ngurah Gede Eka Teja Kusuma,SE, pelaku usaha online, Sri Wahyuni, dan juga perwakilan dari Bukalapak, Ryan.

Turut hadir dan memberikan sambutan Rektor Universitas Mahasaraswati, Dr.Drs.I Made Sukamerta, M.PD dan Kepala RRI Denpasar Dr.Drs. I Made Sukamerta,M.PD. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, juga turut memberikan keynote speech dalam acara tersebut.

Ada juga testimoni dari beberapa UMKM yang sudah sukses berjuala online.

Untuk mengatasi rasa enggan para UMKM untuk berpartisipasi dalam pengembangan e-commercee Indonesia, KEMENKOMINFO mengajak beberapa narasumber yang terkait untuk membantu menunjukkan proses onboard untuk pelaku  UMKM, pengenalan pendaftaran jualan online dan bagaimana cara melakukan jualan online.

Saat ini terdapat potesi besar yang wajib digali di Indonesia, karena jumlah masyarakat yng memiliki akses terhadap internet memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia. Di tahun 2020 mendatang, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$ 130 milyar.

Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang.

KEMENKOMINFO dan semua pihak yang terlibat pada acara ini yakin bahwa melalui edukasi dan pelatihan yang diberikan, para UMKM dapat segera mengambil peran dalam pembangunan industry e-commerce di Indonesia, dan menghadirkan ragam barang yang menarik bagi pasar yang terus berkembang tersebut.

KEMENKOMINFO berharap upaya ini bisa dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Ke depan peran KEMENKOMINFO bukan lagi sebagai leader tetapi sebagai enebler, yang mendorong Pemerintah Daerah untuk mengambil peran utama dalam upaya mendorong UMKM untuk merebut pasar local hingga pasar global dengan tetap mengedepankan kerjasama yang solid antara Pemerintah, Bisnis dan Komunikasi. (*)

Jurnalis : Andi Basuki Wicaksono
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration