Jum'at, 14 Desember 2018
Pendidikan

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Ciptakan Topi untuk Memandu Tunanetra

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Ciptakan Topi untuk Memandu Tunanetra Topi Smart Hat saat diaplikasikan kepada seorang tunanetra. (FOTO: Endra Dwiono/TIMES Indonesia)
Jum'at, 30 November 2018 - 19:52

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo berhasil menyabet juara 1 dalam ajang STEM Young Researcher Award (SYRA) lewat topi Smart Hat untuk memandu tuna netra karya M. Huda Fatchur dan Karfian Setioaji.

Kedua siswa tersebut berhak membawa pulang piala bergilir dari ajang yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24-25 November 2018.

sma-muhammadiyah-1-ponorogo-2.jpgM.Huda Fatchur dan Karfian Setioaji dengan topi smart hat dan piala juara 1 dan piala bergilir SYRA dari Institut Pertanian Bogor. (Endra Dwiono/TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

"Kami juara satu berkat topi Smart Hat yang merupakan topi untuk memudahkan tuna netra dalam berjalan,’’ kata M. Huda Fatchur saat ditemui disekolahnya di Jalan Batoro Katong, Nologaten, Ponorogo, Jumat (30/11/2018).

Huda menjelaskan topi Smart Hat memiliki tiga sensor inframerah yang dapat mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya. Sensor tersebut terletak di depan topi, bisa mendeteksi benda dengan radius 1,5 meter.

Sedangkan dua sensor lagi, ada di samping kanan dan kiri topi dapat mendeteksi sejauh 20 cm. Jadi topi tersebut jika mendeteksi benda di sekitarnya dengan mengeluarkan bunyi. Semakin dekat benda akan semakin cepat frekuensi bunyinya.

Selain itu, juga dipasang lampu indikator yang berfungsi untuk memberitahu orang lain bahwa di depannya ada orang. "Alat yang kami buat ini termotivasi dari kakak kelas mas Nabil yang seorang tuna netra. Sering melihat kepalanya terbentur lorong bawah tangga," katanya.

Topi Smart Hat, dikatakan Huda juga ramah lingkungan dan hemat energi. Karena menggunakan panel surya untuk mengisi daya baterainya. Dan untuk malam hari bisa juga digunakan powerbank kalau baterai itu akan habis. Kalau baterai penuh juga bisa untuk mengisi handphone.

"Topi ini juga dilengkapi alarm. Sehingga ketika tunanetra itu lupa menaruh topinya. Maka dia tinggal bersiul saja, topi itu akan mengeluarkan bunyi," pungkas siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo ini. (*)

Jurnalis : Endra Dwiono (MG-54)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Registration