Jum'at, 14 Desember 2018
Ekonomi

Mentan RI Apresiasi Barantan atas Penindakan Komoditas Pertanian Ilegal

Mentan RI Apresiasi Barantan atas Penindakan Komoditas Pertanian Ilegal Mentan RI, Amran Sulaiman. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 30 November 2018 - 17:25

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan RI), Amran Sulaiman mengapresiasi Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang berhasil melakukan penindakan atas komoditas pertanian ilegal yang masuk ke Indonesia.

Tercatat, selama 2015 - 2018, jumlah tangkapan komoditas pertanian ilegal sebanyak 216 kali dengan volume tangkapan mencapai 8.701 ton.

Selama kurun waktu empat tahun tersebut, terjadi peningkatan jumlah pemusnahan komoditas pertanian ilegal. Tahun 2015 (852 kali), 2016 (522 kali), 2017 (742 kali), dan 2018 (2.056 kali).

Atas kinerja penindakan yang dilakukan Barantan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya. "Kami bangga dengan teman-teman Karantina karena komoditas ilegal yang ditindak tadi lebih dari 2.000 kali, kemudian juga dwelling time di Tanjung Priok sekarang 0,9 hari," ujarnya, Jumat (30/11/2018) di Jakarta.

Tercatat, benih/bibit tanaman (benih sayuran, benih tanaman perkebunan, bibit bawang), produk pangan olahan (daging, susu, sosis), bawang (bombai, putih, merah), buah-buahan  (anggur, jeruk, apel ilegal), dan unggas (ayam lokal, burung lokal/mati) merupakan komoditas yang paling banyak dimusnahkan.

Kepala Barantan, Banun Harpini mengatakan bawang-bawangan ilegal menjadi komoditas yang paling banyak ditemukan masuk ke Indonesia.

"Bawang merah dan bawang putih, satwa jenis burung itu luar biasa penindakannya. Kebanyakan satwa ilegal dari luar, masuknya lewat pintu tidak resmi kemudian dilalulintaskan antar pulau. Modusnya dari Sumatra ke Jawa," ujar Banun.

Banun menambahkan, Barantan memperkuat pengawasan untuk mencegah keluar masuk komoditas secara ilegal.

Pencegahan pada komoditas strategis yang bisa merugikan negara, berhasil dilakukan lewat kerja sama dengan pihak keamanan, kepolisian dan TNI. Hasil operasi bersama selama kurun waktu 4 tahun terakhir, sejumlah komoditas pertanian yang diselamatkan antara lain bawang, beras, vanili, daging, pakan ternak, dan benih jarak. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration