Selasa, 18 Desember 2018
Opini

Menggugat Komitmen Para Caleg 'Miskin' Visi dan Misi Maupun Program

Menggugat Komitmen Para Caleg 'Miskin' Visi dan Misi Maupun Program Moh Iksan, Arek Muda Jawa Timur. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)
Kamis, 29 November 2018 - 08:21

TIMESINDONESIA, MALANG – Kontestasi Pesta Demokrasi Pileg dan DPD 2019 sedang mulai marak hiruk-pikuk diseantoro pelosok negeri termasuk di Jawa Timur, para politisi baik yang sudah “kawakan-pemula” maupun yang “dadakan”. 

Bagi yang kawakan bisa saja karena orientasi ingin tetap konsisten berjuang untuk rakyat (baca: wakil rakyat) atau orientasi untuk tetap menjaga eksistensi maupun “gengsi”. Sedangkan yang pemula dan apalagi yang “dadakan” entah apa orientasinya (suroboyoan/malangane: mbok aku ra weruh).

Yang kutahu hanyalah maraknya pemasangan baliho, benner, bilbord kampanye dari pemilu ke pemilu oleh para caleg hanya begitu-begitu saja ndak ono sing anyar (tidak ada yang baru) hanya memasang poto dengan infografis kertas/surat suara yang ada daftar caleg lainya lalu ada foto caleh dan dan paku nyobolos nomor/nama caleg.

Ironinya, daftar caleg liyane di “kaburkan” atau dihilangkan. Menurutku ini saja sudah contoh kampanye yang ndak mendidik, lah nek ijik nyaleg saja daftar nama teman sendiri se-dapil dan se-partai wes di kaburkan dan dihilangkan opo maneh nama caleg partai liyane (baca: jika dalam satu partai satu dapil saja sudah saling mengkaburkan alias ndak solid) bagaimana nanti kalau sudah jadi anggota dewan? jangan-jangan nasib rakyat juga dikaburkan.

Hal lainya adalah saya tidak banyak melihat para Caleg pasang benner-baliho dengan flayer yang menjual komitmen dengan Visi-Misi serta Program yang jelas untuk kepentingan rakyatnya yang “konon” katanya akan diwakilinya di Gedung parlemen baik pusat maupun daerah (provinsi/kab/kota).

Ini artinya masih banyak caleg yang sangat miskin Visi dan program yang jelas dan terukur, contoh apa Visi dan Komitmen para caleg untuk mengurangi: angka kemiskinan, menurunkan AKI/AKB (Angka Kematian Ibu dan Bayi) yang notabene masih tinggi di Jawa Timur.

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration