Wisata

Candi Sadon, Peninggalan Sejarah Penting di Magetan

Candi Sadon, Peninggalan Sejarah Penting di Magetan Candi Sadon di Magetan (Foto: MK Adinugroho/TIMES Indonesia)
Minggu, 18 November 2018 - 19:56

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Warga Magetan mungkin sudah tidak asing lagi dengan Candi Sadon atau yang juga dikenal dengan Candi Reyog. Tempat tersebut merupakan salah satu situs peninggalan bersejarah yang terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

Di lokasi itu, pengunjung dapat mengetahui berbagai peninggalan purbakala yang sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya di Kabupaten Magetan. Di antaranya, Lalamakara atau arca raksasa yang wajahnya mirip dengan kepala harimau atau yang sering disebut dengan reyog, naga, batu bertulis, tantri, umpak, yoni, antefik dan arca lainnya.

"Candi tersebut merupakan peninggalan bersejarah zaman kerajaan Majapahit, bahkan kemungkinan sebelum itu malah sudah ada," ujar penjaga Candi Sadon atau Candi Reyog, Sarnu Temu Raharjo kepada TIMES Indonesia, Minggu (18/11/2018).

Sarnu mengatakan, lokasi tersebut sampai saat ini masih kerap dikunjungi oleh masyarakat baik dari dalam atau luar kota, bahkan turis asing dari luar negeri seperti Jepang dan Amerika. Namun, yang paling mendominasi adalah dari kalangan pelajar. "Jumlah pengunjungnya tidak tentu, paling ramai pada saat hari Sabtu Minggu atau hari libur," terangnya.

Menurutnya, rata-rata para pengunjung datang karena ingin mengetahui sejarah tentang candi tersebut. Selain itu, juga sebagai sarana pembelajaran bagi para pelajar. "Kalau dihitung paling banyak dari luar kota, kalau dalam kota malah jarang, mereka datang setelah mengetahui informasi sejarah dari media sosial YouTube," ungkapnya.

Sementara itu, Sarnu menambahkan, saat ini arca-arca yang terdapat di lokasi Candi Sadon atau Candi Reyog belum sepenuhnya ditemukan. Hal itu, diduga karena masih banyak peninggalan purbakala yang terpendam di dalam tanah."Jumlahnya kurang lebih baru satu pertiganya saja, sisanya kemungkinan masih terpendam di dalam tanah dan diduga kondisinya sudah banyak yang rusak," pungkasnya.(*)

Jurnalis : MK Adinugroho Syaifullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Magetan

Komentar

Loading...
Registration