Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Daerah Advertorial

Pemerintah Kota Kediri Gelar Ekspose Draft LKPJ-AMJ Tahun 2014-2019

Pemerintah Kota Kediri Gelar Ekspose Draft LKPJ-AMJ Tahun 2014-2019 Walikota berikan arahan dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Walikota Kediri tahun 2014-2019. (FOTO: Humas Pemkot Kediri for TIMES indonesia)
Jum'at, 09 November 2018 - 21:55

TIMESINDONESIA, KEDIRIPemerintah Kota Kediri menggelar Ekspose Draft Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Wali Kota Kediri tahun 2014-2019 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Jumat (9/11/2018).

Dalam kegiatan ini dipimpin langsung Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dan dihadiri Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Asisten, staf ahli dan Kepala OPD.

Pemkot-kediri-2.jpg

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, meminta agar setiap OPD memberikan perhatian khusus ekspose draft LKPJ-AMJ ini. Ia mengatakan sebagian besar pencapaian sudah bagus namun masih ada beberapa capaian yang masih harus diperbaiki lagi. Khususnya untuk kemajuan dan perkembangan secara mikro atapun makro di Kota Kediri agar tercapainya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Saya minta ada perhatian khusus disini. Tentunya saya ingin rapat berjalan dengan baik dan akan diisi dengan diskusi untuk mengejar beberapa capaian,” ujarnya.

Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mas Abu ini menjelaskan pencapaian kinerja indikator makro daerah dan capaian kinerja masuk dalam kewenangan pemerintah daerah. Dalam capaian kinerja indikator makro daerah terdapat tujuh indikator yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, pendapatan perkapita tanpa industri rokok, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi. Dari tujuh indikator makro sasaran pembangunan daerah selama kurun waktu 2014-2017, semua mengalami peningkatan dibanding tahun dasar yakni tahun 2013, kecuali tingkat kemiskinan.

Pemkot-kediri-3.jpg

Sementara untuk capaian kinerja urusan pemerintah daerah, dari 197 indikator sasaran sebanyak 182 indikator sasaran mengalami peningkatan dan sebanyak 15 indikator sasaran mengalami penurunan. Untuk 15 indikator sasaran yang mengalami penurunan, Mas Abu meminta agar OPD mendalami data dan menemukan solusi perbaikannya.  

“Ini artinya sebanyak 92,39 persen indikator sasaran mengalami peningkatan dan sebesar 7,61 persen indikator sasaran mengalami penurunan dari baseline yakni tahun 2013. OPD harus mendalami data dan cari solusinya,” ungkapnya.

Mas Abu menjelaskan untuk beberapa indikator sasaran yang mengalami penurunan mungkin disebabkan oleh aktifnya kader-kader yang ada di kelurahan dan kesadaran masyarakat untuk melapor.

Pemkot-kediri-5.jpg

“Seperti persoalan KDRT yang meningkat ini dikarenakan aktifnya Satgas PPA dan kesadaran masyarakat untuk melapor,” jelasnya.

Mas Abu juga mengungkapkan akan ada beberapa tantangan bagi Pemerintah Kota Kediri kedepan. Tantangan tersebut diantaranya, meningkatkan level smartcity, meningkatkan level SPIP, meningkatkan IKM atas pelayanan publik dari level B menjadi level A, meningkatkan level SAKIP Pemkot Kediri menuju A, dan meningkatkan IPM dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. (*)

Jurnalis : Canda Adisurya
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Kediri

Komentar

Registration