Rabu, 21 November 2018
Peristiwa - Daerah

BNN Mendalami Fenomena Minum Air Rebusan Pembalut

BNN Mendalami Fenomena Minum Air Rebusan Pembalut BNN. (FOTO: SINDOnews)
Jum'at, 09 November 2018 - 21:26

TIMESINDONESIA, JAKARTABNN (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Jawa Tengah kembali menemukan fenomena menyimpang dari perilaku anak-anak dan remaja untuk mabuk seperti halnya menggunakan narkotika. Fenomena tersebut adalah meminum air rebusan dari pembalut wanita.

Terkait fenomena yang sedang viral kembali di masyarakat Jawa Tengah ini. Kabag Humas BNN, Sulistiandriatmoko menanggapi serius perilaku penyimpangan anak-anak hingga remaja. Menurut tentang rebusan pembalut wanita yang bisa membuat mabuk tersbut, belum bisa dibuktikan kandungannya sehingga bisa menyebabkan orang yang meminum air rebusan itu mabuk.

"Itu hanya testimoni atau pengakuan pelaku kepada BNNP Jateng. Karena pertama kejadiannya itu di BNNP Jateng. Perlu menjadi catatan para pelaku itu adalah anak-anaj terlantar yang ada di pinggir jalan," ucapnya saat dihubungi via telepon, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Pelaku penyimpangan itu kemungkinan besar telah mengenal zat-zat adiktif lainnya. Dari sensasi yang pernah mereka rasakan dari zat-zat adiktif lainnya, maka zat tesrbut mengendap pada susunan saraf pusatnya.

Saat ini BNN sedang mendalami latar belakang alasan mereka memilih meminum air rebusan pembalut tersebut. Berdasarkan analisis psikiater yang dilakukan BNN, pembalut wanita yang digunakan tersebut mengandung zat klorin. Zat klorin sendiri bukan termasuk golongan zat adiktif, tetapi zat klorin bisa saja dikategorikan berbahaya jika digunakan ke hal lain yang tidak sesuai.

Sulistiandriatmoko juga menambahkan, dengan meminum itu mengasosiasikan bahwa pembalut wanita itu sangat erat/intim dengan oragn wanita sehingga penggunan dapat berhalusinasi.

"Sementara anak jalanan itu dalam kehidupan yang seperti itu mengasosiasikan pikirannya dengan hal halusinasi sebenarnya itu sugesti dia yang dibangkitkan dari zat-zat adiktif yang pernah di gunakan oleh mereka," kata Sulistriandiatmoko, Kabag Humas BNN. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration