Rabu, 21 November 2018
Peristiwa - Daerah

Duh...Joki Karya Tulis Guru di Magetan Bukan Sekadar Isu

Duh...Joki Karya Tulis Guru di Magetan Bukan Sekadar Isu Kabid Pendidik dan Tenaga Pendidik, Dikpora Magetan, Yusuf. (FOTO: MK Adinugroho/TIMES Indonesia)
Jum'at, 09 November 2018 - 19:21

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, membenarkan mencuatnya isu joki karya tulis dikalangan tenaga pendidik atau guru. Sebagai informasi, hasil karya tersebut menjadi salah satu syarat untuk mengajukan kenaikan tingkat.

"Adanya joki pembuatan karya tulis sudah bukan menjadi rahasia lagi," ujar  Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Dikpora Magetan, Yusuf, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Jumat (9/11/2018).

Yusuf menjelaskan, fenomena joki atau yang juga kerap disebut penjahit karya tulis, tidak hanya terjadi di Magetan saja. Melainkan, sudah merebak di seluruh daerah dan diduga masih menjadi andalan para tenaga pendidik untuk menyelesaikan tugasnya.

"Biasanya guru yang tidak bisa membuat karya tulis sendiri, akhirnya menjahitkan kepada orang lain atau joki, kalau dilihat dari tulisanya  sebenarnya sudah jelas, karena antara satu dengan yang lainnya ada paragraf-paragaraf yang sama, malah ada antara judul dan naskah tidak sama," terangnya.

Meskipun informasi terkait isu joki atau penjahit karya tulis sudah menyebar ke berbagai wilayah. Namun, hingga kini pihaknya mengaku kesulitan untuk mengungkap hal itu.

"Sampai sekarang belum bisa menemukan buktinya, karena saat guru ditanya tidak ada yang mengaku," tandasnya.

Memang, rata-rata karena permasalahan karya tulis tersebut dari kisaran 400 guru yang mengajukan kenaikan tingkat, tidak sedikit dinyatakan tidak lolos dan harus mengulang pada semester berikutnya. Karena itu, mereka berbondong-bondong menggunakan jasa joki agar lolos dalam seleksi tersebut.

"Ya alasannya beragam, salah satunya mungkin memang malas untuk membuat sendiri, padahal kalau mereka mau bikin karya tulis sendiri kemungkinan lolos naik tingkat sangat tinggi, karena tim penyeleksi biasanya juga sudah tahu dengan caranya menyusun ketahuan mana yang lewat joki dan mana yang benar-benar hasil karyanya sendiri," jlentrehnya.

Sementara itu, berdasarkan Permenpan dan Reformasi Birokrasi No.16 Tahun 2009, mangatur bahwa guru untuk dapat naik pangkat ketingkat yang lebih tinggi tidak cukup hanya dengan melaksanakan kegiatan mengajar. Tetapi, juga diharuskan untuk memenuhi unsur pengembangan profesiyang dibuktikan dengan laporan tertulis yang disebut Penelitian tindakan kelas (PTK).

"Saya prihatin mendengar informasi joki karya tulis itu, sebenarnya kita sudah sering mengadakan pelatihan mengenai karya tulis, namun karena guru itu malas atau tidak mau menulis, akhirnya memilih menjahitkan karyanya dengan tarif hingga jutaan rupiah," jelas Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikpora Magetan(*)

Jurnalis : MK Adinugroho Syaifullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Magetan

Komentar

Registration