Rabu, 21 November 2018
Peristiwa - Daerah

Hari Pahlawan, Hinca Panjaitan Dorong Rakyat Sumut Jadi Pahlawan Daerah

Hari Pahlawan, Hinca Panjaitan Dorong Rakyat Sumut Jadi Pahlawan Daerah Hinca Panjaitan (Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 09 November 2018 - 16:44

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Calon Anggota DPR RI 2019-2024 dari daerah pemilihan Sumatera Utara (Sumut) III, Hinca Panjaitan menilai apresiasi pemerintah atas pemberian anugerah gelar pahlawan nasional dapat memicu generasi yang hidup saat ini untuk lebih berjasa kepada masyarakat.

Karena itu, dalam memperingati hari pahlawan tahun ini, Sekjen Partai Demokrat ini mendorong masyarakat Sumut untuk berjuang bersama membangun daerah.

Sebab daerah adalah fondasi utuh - tidaknya Republik Indonesia. Pahlawan di masa lalu juga berjuang untuk daerah tempat ia hidup.

"Kalau kita cermati, banyak pahlawan sebenarnya berjuang untuk kedaulatan daerahnya. Sisingamangaraja, Tuanku Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, bahkan Pangeran Diponegoro, masing-masing mempertahankan daerahnya dari rongrongan bangsa asing," kata Hinca kepada Wartawan, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Mantan Plt. Ketua Umum PSSI ini juga mengapresiasi pemerintah atas pemberian anugerah gelar pahlawan nasional yang resmi diberikan kepada enam pahlawan, Kamis (8/11/2018) siang kemarin.

"Langkah ini harus kita apresiasi. Ini bukti bahwa pemerintah bekerja meningkatkan jumlah pahlawan perjuangan Republik Indonesia. Negara seluas ini pasti menyimpan banyak orang berjasa di daerah-daerah," kata dia.

"Tidak mudah menjadi pahlawan. Mereka mengorbankan segalanya, termasuk hidup nyaman. Namun mereka memilih memperjuangkan nasib orang banyak. Ini mendorong kita untuk berbakti kepada masyarakat," imbuhnya.

Sekedar informasi, pada Kamis (8/11/2018) kemarin, Presiden Jokowi resmi memberikan gelar pahlawan nasional baru kepada enam tokoh Republik Indonesia dari berbagai wilayah di tanah air.

Masing-masing tokoh adalah Abdurrahman Baswedan dari Yogyakarta, Pangeran Muhammad Noor dari Kalimantan Selatan, Agung Hajjah Andi Deppu dari Sulawesi Barat, Depati Amir dari Bangka Belitung, Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, serta KH Syam'un asal Banten. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration