Rabu, 21 November 2018
Politik

Politik Genderuwo, Sekjen PSI: Itu Sindiran bagi Politisi Penyebar Ketakutan

Politik Genderuwo, Sekjen PSI: Itu Sindiran bagi Politisi Penyebar Ketakutan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 09 November 2018 - 15:58

TIMESINDONESIA, JAKARTASekjen PSI, Raja Juli Antoni, memiliki tafsiran sendiri mengenai 'politik genderuwo' seperti lontarkan Presiden Jokowi. Menurutnya, istilah politik genderuwo ditujukan bagi politisi yang suka menebar ketakutan, kebencian dan fitnah atau informasi hoaks.

"Pak Jokowi kembali mengingatkan kita agar kita politik kita tidak menjadi politik Genderuwo. Politik manipulatif, penuh kebohongan yang pada intinya menakuti-nakuti rakyat," jelas Toni dalam keterangan teks, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Kata dia, Presiden Jokowi sengaja menggunakan diksi itu untuk memancing elit-elit partai dan politisi yang suka menebar ketakutan keluar dari sarangnya, sehingga masayarakat mengetahui sosok genderuwo dalam bentuk lain.

"Siapa mereka yang disebut politik genderuwo, nanti akan muncul dengan sendirinya karena 'panas'. Rakyat akan melihat, oh ini toh wajah-wajah genderuwo dalam bentuk lain," ucap Wakil Sekretaris TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin itu.

Saat kunjungan kerja di Tegal, Jawa Tengah, tadi pagi, Presiden Jokowi kembali melempar diksi baru, yakni 'politik genderuwo' karena banyak politisi saat ini yang suka melakukan propaganda ketakutan kepada masyarakat.

Kata Toni, politik genderuwo dilontarkan Presiden Jokowi juga sebagai sindiran keras bagi politisi penebar ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Ia pun berharap, Indonesia selamat dari 'godaan genderuwo politik' yang terkutuk itu.

"Politik genderuwo itu seperti menebar pesimisme, bahwa Indonesia akan hancur ketika kita sama-sama sedang berjuang untuk memperbaiki. Tapi oleh mereka dihancurkan sekejap dengan narasi bohong dan menyeramkan." tandas Toni, Sekjen PSI. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration