Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Daerah

Jelang Musim Hujan, Petani Cabai di Probolinggo Panen Raya

Jelang Musim Hujan, Petani Cabai di Probolinggo Panen Raya Sejumlah petani cabai di Kabupaten Probolinggo, Jawaw Timur, panen raya cabai jelang musin penghujan.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Kamis, 08 November 2018 - 14:33

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Jelang musim penghujan akhir 2018 ini, para petani cabai di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berbondong melakukan panen raya. Pasalnya, jika masuk musim hujan, cabai akan rusak kalau diguyur air hujan.

Salah satunya, para petani cabai di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Mereka melakukan panen raya cabai, sebelum musim penghujan tiba. Terlebih harga jual cabai masih cukup stabil saat musim kemarau.

“Mumpung kondisi cabai saat ini masih bagus. Kalau sudah musim penghujan, maka cabai akan rusak alias bosok. Ini sudah akan memasuki musim hujan soalnya, makanya kami segera memanen cabai ini,” kata Wahyudi, salah satu petani cabai di Desa Randumerak, Kamis (8/11/2018).

Wahyudi menjelaskan, untuk harga cabai saat ini masih berkisar Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogramnya. Dan ini sudah ada penurunan, yang sebelumnya pada dua pekan lalu, masih berkisar Rp 19 ribu per kilogramnya.

“Jika musim penghujan, tanah menjadi lembab dan tanaman cabai akan mati secara mendadak. Harganyapun akan anjlok. Ini sudah mau turun hujan di sekitar Probolinggo. kami harus mengejar harga dan menghindari dari kerusakan cabai,” jelasnya.

Wahyudi, yang mengaku sudah 3 tahun menanam cabai ini juga menuturkan, ia sudah 6 kali panen dalam sekali panen ia bisa memanen 6 kwintal cabai merah miliknya. Dan hasilnya masih cukup memuaskan.

Dikatakan Sarwati, petani cabai lainnya, untuk perawatan tanaman cabai sangat berbeda dengan tanaman-tanaman yang lain, karena cabai merah sangat rentan terhadapa hama, maka dari itu ia harus memberikan pestisida dua hari sekali agar tanaman cabai merah miliknya bisa tumbuh subur dan baik.

“Dari itu saya harus melakukan panen cabai ini, sebelum musin penghujan tiba,” terang Sarwati.(*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration