Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Nasional

Fasilitas Super Ringan Disiapkan untuk ASN, TNI dan Polri Miliki Rumah

Fasilitas Super Ringan Disiapkan untuk ASN, TNI dan Polri Miliki Rumah Ilustrasi kompleks perumahan (Dok TIMES Indonesia)
Rabu, 07 November 2018 - 17:07

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah tengah menggodok skema agar Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan anggota Polri bisa memiliki rumah sendiri dengan syarat sangat ringan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/11/2018) mengatakan jika pada rapat April silam sudah diajukan skema khusus yaitu DP (uang muka) 0 persen, masa pinjaman sampai 30 tahun dan pembayaran cicilan pinjaman bisa sampai usia pensiun. 

Selain keringanan tersebut, Bambang menambahkan jika cicilan masa pinjaman bisa maksimum sampai usia 75 tahun, dengan catatan waktu pertama kali mengajukan pinjaman usia maksimumnya 53 atau 55 tahun.

Menurut Bambang, skema pembiayaan tersebut sudah dilakukan pilot project di beberapa kementerian/lembaga, melibatkan bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan kementerian/lembaga terkait, tetapi sifatnya memang masih pembelian secara pribadi.

"Jadi ASN, TNI, Polri yang bersangkutan mencari rumah atau apartemen yang diinginkan dan kemudian membeli dengan skema pembiayaan tadi," imbuhnya.

Bambang juga menyatakan jika pada ratas yang dipimpin Presiden Joko Widodo telah diputuskan harus adanya penguatan. Pertama adalah pentingnya dukungan pemerintah agar beban ASN, TNI Polri menjadi lebih ringan. "Kemungkinan kita akan mencoba skema seperti di FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang sudah ada selama ini," terangnya.

Sementara aspek kedua adalah penyediaan lahan karena pemerintah ingin pembangunan skala besar, tidak bersifat individu. Untuk ini, pemerintah pemerintah akan mengupayakan utamanya lahan yang dikuasai negara atau lahan yang sekarang dipegang oleh kementerian/lembaga untuk bisa didorong menjadi perumahan.

"Jadi tentunya akan fokus pada lahan-lahan yang masih bisa dipakai untuk perumahan rumah susun tadi. Dengan catatan lokasi dari lahan tersebut tidak jauh dari pusat kota, atau alternatifnya lokasi rumah susun tersebut dekat dengan fasilitas transportasi umum misalnya, kalau di Jakarta itu dengan kereta Commuter atau dengan LRT," tegas Bambang.

Bambang menegaskan jika fokus pemerintah adalah rusunami (rumah susun sederhana milik) dan fasilitas ini intinya berlaku untuk semua ASN, TNI dan Polri, tapi tentunya akan diberikan perhatian khusus kepada yang belum memiliki rumah sama sekali. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega
Sumber : Setkab

Komentar

Registration