Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Nasional

Pengasuh Ma'had Aly Ponpes Sukorejo, KH Hariri Abdul Adhim Wafat

Pengasuh Ma'had Aly Ponpes Sukorejo, KH Hariri Abdul Adhim Wafat Almarhun KH Achmad Hariri Abdul Adhim, Pengasuk Ma'had Aly, Sukorejo, Situbondo. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)
Rabu, 07 November 2018 - 13:52

TIMESINDONESIA, SITUBONDO – Kabar duka bagi umat Islam. KH Achmad Hariri Abdul Adhim, telah wafat pada Rabu (7/11/2018). KH Hariri adalah Pengasuh Ma'had Aly, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur.

Sosok Kiai Hariri begitu mendiang populer disapa, adalah sosok ulama istiqamah mendidikan santri yang berada di Ma;had Ali Sukorejo.

Kabar duka tersebut juga disampaikan di akun Facebook resmi Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo dan menyebar di media sosial seperti WhatsApp (WA). "Benar beliau wafat," kata H Abul Wahid, keluarga KH Hariri, yang tinggal di Bululawang, Kabupaten Malang, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Sebagai Pengasuh Ma'had Aly, Kiai Hariri terus memberikan bimbingan kepada para santri yang belajar di Ma'had Aly. Terutama tausiyah soal pengabdian kepada Pesantren masyarakat.

Ma'had Aly yang mendiang pimpin adalah lembaga pendidikan dibawah naungan Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, yang saat ini diasuh oleh KHR Ahmad Azaim.

Kiai Hariri juga sebagai Mudir Amm Ma’had Aly. Saat memberikan tausiyah kepada para santri, Kiai Hariri menyampaikan kepada para santri jika sudah terjun ke masyarakat, harus mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh selama di Pesantren.

Santri katanya, harus tanggap terhadap problem masyarakat, pemecahan masalah untuk meningkatkat pola pikir, memahami fenomena, perubahan sosial, membangun masyarakat, meningkatkan lembaga pendidikan dan menjalankan amar makruf nahi mungkar.

Menurut KH Achmad Hariri Abdul Adhim saat itu, masyarakat sosial itu dibagi dua, yang pertama adalah masyarakat fardi atau masyarakat tunggal. Yang kedua adalah masyarakat mujtamak atau masyarakat campuran, di mana masyarakatnya banyak terdapat aliran-aliran, agama, madzhab dan kepercayaan, sebagaimana yang dihadapi oleh Nabi kita Muhammad SAW," katanya. (*)

Jurnalis : Fawaid Aziz
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Situbondo

Komentar

Registration