Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Nasional

Wantimpres: Tak Ada Alasan Bagi NU Meragukan Keislaman Jokowi

Wantimpres: Tak Ada Alasan Bagi NU Meragukan Keislaman Jokowi KH Agus Salim dalam seminar dan bedah buku 'Keislaman Jokowi' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018). (Foto: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia)
Selasa, 06 November 2018 - 20:55

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Pokja Toleransi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Agus Salim mengatakan, tak ada alasan bagi Nahdatul Ulama (NU) meragukan keislaman dari capres Joko Widodo (Jokowi).

"Bagi kami NU, keislaman pak Jokowi sudah selesai," ujar dia dalam seminar sekaligus bedah buku 'Keislaman Jokowi' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Kata dia, Jokowi merupakan sosok yang luar biasa. Ketika NU mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional, Jokowi mewujudkannya. Sebelumnya kata Agus, tidak ada pemimpin yang berani menetapkan hal itu.

"Makanya gak ada alasan bagi NU meragukan keislaman beliau. Beliau itu mujahid Islam, kalau yang lain-lain itu kan baru ngomong-ngomong aja," tukas dia.

Tak hanya itu, dengan memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres, Jokowi juga dinilai menunjukkan sikap yang cerdas. Jokowi lanjut dia, dalam Islam, feeling-nya jalan.

"Ketika penetapan siapa cawapresnya, saya bersama Kiai Ma'ruf, beliau kaget juga. Padahal yang paling kuat itu pak Mahfud. Pas kita di PBNU sujud syukur. Pak Jokowi itu orang cerdas," ucap Agus yang juga dari Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama itu.

NU dijelaskan Agus, frame-nya itu bukan Pilkada/Pilpres, tapi Kebangsaan. Indikasi-indikasi bangsa negara ke depan sudah baca oleh kiai. "Kiai sepuh walau hanya di pesantren dengan ngajinya dia, mereka sangat peka terhadap kondisi saat ini," tandasnya. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration