Rabu, 21 November 2018
Opini Opini

NU dan Tugas Keumatan di Era Revolusi Industri 4.0

NU dan Tugas Keumatan di Era Revolusi Industri 4.0 Noer Yadi Izzul Haq, Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Grafis: TIMES Indonesia)
Selasa, 06 November 2018 - 19:49

TIMESINDONESIA, JAKARTANAHDLATUL ULAMA (NU) tak ubahnya kapal pesiar yang berlayar di tengah kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang mengakomodir serta melindungi beragam suku, agama, budaya bangsa Indonesia dari terjangan ombak penjajahan (baik oleh bangsa lain atau bangsa sendiri), perpecahan, permusuhan dan ketidak-adilan.  Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia hingga saat ini.

Tentu diusianya yang 92 sejak menyatakan diri sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan tanggal 16 Rajab 1344 H / tanggal 31 Januari 1926 M, NU telah banyak mengenyam pahit getirnya memperjuangkan nilai keagamaan, kemanusian dan kebangsaan.

Tali temali kiprah perjuangan itulah yang menjadi pijakan dan kekuatan NU hingga saat ini. Bisa tetap menjadi payung pemersatu anak bangsa Indonesia. Sehingga selayaknya warga NU khususnya, menjaga dan bersyukur akan segala sesuatu yang telah diperoleh dan dilaluinya.

Sebagai organisasi terbesar, NU memiliki tangggung jawab dan hak yang besar pula. Yakni tanggung jawab keumatan dan tanggung gungjawab kebangsaaan/kenegaraan. Menurut Kiai Ma’ruf tanggung jawab keumatan merupakan hal yang pokok sejak zaman Nabi Muhammad.

Hal itu, dilandaskan pada fakta sejarah menjelang wafatnya Nabi, yang dipesankan bukan soal harta atau keluarga tetapi adalah umat. Oleh karena itu ulama /NU sebagai pewaris Nabi, menjadi sebuah keharusan untuk memikul tanggung jawab urusan umat.

Apalagi seperti negera Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai suku, agama, budaya yang berbeda – beda, maka pasti akan menemui berbagai isu atau masalah yang berkaitan dengan budaya, ekonomi, politik dan yang lainnya. Di sinilah kemudian dibutuhkan kehadiran NU.

Dalam termenologi agama, menguatnya khidmatul ummah yakni melayani umat atau layanan publik untuk mempermudah orang yang membutuhkan dan memerlukan. Dalam berbagai kebutuhan sosial.

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration