Kamis, 22 November 2018
Kuliner

Nasi Tahu Sukawati Men Sarti, Kuliner Khas Turun Temurun

Nasi Tahu Sukawati Men Sarti, Kuliner Khas Turun Temurun Men Sarti sedang menyiapkan pesanan pembeli (FOTO: andi/TIMES Indonesia)
Selasa, 06 November 2018 - 00:22

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Jika anda pergi ke Pulau Bali, mungkin yang anda cari tidak hanya tempat wisata, pemandangan alam indah atau hanya sekadar menonton seni pertunjukkan penari Bali yang menganggumkan.

Selain kaya akan tradisi dan seni yang unik, Bali juga menyediakan beragam kuliner yang patut dicoba dan masih cocok bagi lidah wisatawan. Bali tak melulu bercerita tentang lezatnya Ayam Betutu, Sate Lilit atau Lawar, begitu banyak panganan yang bisa menggoyang lidah. Salah satunya terletak di sekitar Pasar Seni Sukawati.

Pernah ke Pasar Seni Sukawati? Pasti pernah dong ya, Pasar Seni Sukawati adalah salah satu tempat wisatawan untuk berburu oleh-oleh dengan harga murah. Jika anda sedang berbelanja di pasar tersebut maka jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas yaitu Nasi Tahu Sukawati Men (Ibu) Sarti.

Meskipun menu yang ditawarkan sangat sederhana, hidangan ini unik, terdiri atas nasi putih, tahu goreng, sayur urap kacang panjang (campuran sayuran dengan kelapa parut berbumbu dan kacang panjang), kerupuk tahu, dan sambal terasi, sambal tomat dan sambal matah.

Tahu goreng khas Sukawati berpadu dengan bermacam sambal yang pedas dan menggoyang lidah. "Walau sederhana lidah anda dijamin akan ketagihan," ujar Gung Eka pelanggan setia sejak kecil. 

Ibu Sarti sudah berusia 75 tahun, nasi yang ia jajakan setiap pagi mulai pukul 7 pagi ini adalah warisan turun temurun. Ketika anda makan di warung ini jangan membayangkan seperti warung pada umumnya, karena Ibu Sarti berjualan di dalam rumahnya.

Ia akan melayani pelanggan dengan meja kecil di areal dapur tradisional terbuka dengan tungku khas Bali untuk memasak tahu teman nasi. Bagi yang ingin menyantap porsi nasi tahu ini ditempat akan bebas memilih duduk di areal rumahnya yang masih khas Bali.

Bagi pelanggan setia Nasi yang kini sering disebut nasi bom ini, sudah tak asing lagi bahwa anda akan dilayani tidak menggunakan piring namun nasi yang anda pesan akan disajikan menggunakan daun pisang. Dan yang paling penting, cucilah tangan kalian sebelum makan, karena kalian juga tidak akan diberi sendok untuk menikmati nasi tahu yang dihidangkan.

Nasi Tahu Sukawati Men Sarti terletak di Pasar Seni Pagi Sukawati, buka dari jam 7 pagi sampai habis. Biasanya jam 2 siang sudah kehabisan. Untuk harga, tidak usah khawatir. Seporsi nasi tahu ini kalian bisa dapatkan hanya dengan uang 7 ribuan saja. Namun jika kalian menginginkan porsi besar, kalian bisa membelinya dengan harga 10 ribu. Untuk minuman anda bisa memesan segelas es gula menjadi teman yang nikmat untuk seporsi nasi tahu ini.

Tidak perlu bingung untuk mencari lokasi ini, anda tinggal buka aplikasi google maps atau bertanya ke masyarakat sekitar. Percayalah tidak akan mengecewakan, sembari menunggu anda bisa mengobrol dengan ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak muda yang biasanya memburu sarapan pagi di warung itu baik untuk dibungkus dibawa pulang atau dibawa ke kantor ataupun disantap sambil duduk di balai dangin (timur) sederhana rumah Men Sarti. Jangan lupa mampir dan selamat mencoba ya.

Bagaimana, tertarik mencoba? Datang saja ke Jl. Lettu Wayan Sutta II, Br Gelulung Sukawati, Sukawati, Bali. Warung ini buka setiap hari, pukul 07.00-13.00 WITA (sampai habis). Hrganya, cukup murah, Rp 7.000 atau US$0,60 per porsi (*)

Jurnalis : Andi Basuki Wicaksono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Registration