Rabu, 21 November 2018
Opini

Budaya Gotong Royong dalam Mendukung Etika Berpolitik

Budaya Gotong Royong dalam Mendukung Etika Berpolitik Fiki Moniya Yu’Min, Mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)
Senin, 05 November 2018 - 16:02

TIMESINDONESIA, JAKARTAGotong royong merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu di sila ke-3 dan ke-4 dan di dalam Undang-Undang Dasar 1945. Menjelang tahun politik, yang akan berlangsung tahun 2019, ada Pemilihan calon Presiden dan anggota legislatif, terlihat sangat rentan terjadi perpecahan dan tensi yang memanas diantara satu pihak dengan pihak lain sehingga situasi di Indonesia menjadi tidak harmonis. Etika berpolitik harus dikedepankan.

Masyarakat perlu menahan emosi dan menjaga kondusifitas serta kerukunan di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi konflik. Sikap gotong royong diperlukan mengingat sebentar lagi akan diadakan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.

Caranya bagaimana? Yakni, menjaga Pemilu tetap berjalan dengan langsung, umum, bebas,  rahasia, jujur, adil dan saling respek atau menghormati antar masyarakat. Walaupun masyarakat memiliki pilihan yang berbeda-beda, jangan menjadikan perbedaan itu sebagai sebuah konflik.

Jadikanlah perbedaan itu sebagai hal yang positif. Dan masyarakat jangan golput atau tidak memilih. Masyarakat harus mempertahankan kerukunan bermasyarakat dan menjaga nilai-nilai gotong royong kapanpun dan dimanapun.

Untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat, perlu peranan dari masyarakat untuk mensukseskan harapan tersebut, yaitu dengan gotong royong. Seluruh masyarakat harus terlibat dan aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar agar suasana kerukunan dan kekeluargaan tetap terjaga.

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration