Kamis, 22 November 2018
Opini

Multikulturalisme sebagai Literasi Media di Panggung Politik Indonesia

Multikulturalisme sebagai Literasi Media di Panggung Politik Indonesia Habibi Za’idatul Ma’muriyah, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)
Senin, 05 November 2018 - 14:12

TIMESINDONESIA, MALANG – Hiruk-pikuk politik mulai ramai diperbincangkan oleh media. Hal itu ditandai oleh gencarnya kampanye yang dilakukan oleh kandidat calon presiden dan calon Wakil Presiden. Tahun 2019 menjadi tahun terakhir bagi pemerintahan Jokowi-JK periode 2014 hingga 2019. Tetapi di tahun selanjutnya, Jokowi maju sebagai calon presiden periode 2019-2024 bersama KH Ma'ruf Amin. Sedangkan Prabowo menggandeng Sandi Uno sebagai Cawapres.

Media berperan penting sebagai sarana komunikasi dan upaya menginformasikan atau memberitahu publik bagi kandidat Capres-Cawapres. Selain itu, media juga berperan dalam menciptakan image untuk kandidat yang dapat membentuk persepsi, sehingga masyarakat pun membutuhkan media untuk mencari tahu apa yang mereka tidak tahu.

Untuk mencari tahu tentang kampanye serta program-program Capres-Cawapres di periode selanjutnya sebagai program yang terbaik bagi masyarakat itu sendiri. Tentu saja dalam pemilihan presiden, masyarakat memiliki kandidat yang diharapkan maju sebagai president tetapi tidak semua media menayangkan informasi tentang kandidat presiden seperti yang diharapkan oleh masyarakat.

Sangat disadari bahwa media memiliki kepentingan masing-masing untuk menginformasikan kepada publik, kepentingan yang tidak hanya untuk publik tetapi kepentingan yang dimiliki oleh stakeholder media itu sendiri.

Rasa tidak puas akan dirasakan oleh masyarakat jika media menampilkan informasi-informsi yang tidak diharapkan olehnya, sehingga hilangnya rasa toleransi dan menghargai pendapat masyarakat akan muncul dan tidak heran  jika banyak sekali beredar issue issue hoax tentang politik, terutama issu mengenai kandidat Capres dan Cawapres.

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration