Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Nasional Lion Air JT 610 Jatuh

Emosi Keluarga Penumpang Tertumpah,  Kabasarnas Tak Mampu Tahan Air Mata

Emosi Keluarga Penumpang Tertumpah,  Kabasarnas Tak Mampu Tahan Air Mata ILUSTRASI. (Grafis: TIMES Indonesia)
Senin, 05 November 2018 - 13:55

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Keluh kesah, emosi keluarga penumpang Lion Air JT610 akhirnya tertumpah dalam pertemuan dengan Basarnas, DVI, KNKT, dan Menteri Perhubungan di hotel Ibis, Jakarta, Senin (5/11/2018) siang. 

Mereka menyebut proses identifikasi keluarga mereka terlalu lama. Juga diungkapkan pihak Lion Air tidak pro aktif dalam memberikan informasi kepada mereka, sehingga mereka mencari informasi sendiri kesana kemari dan kemudian semakin membingungkan serta tidak ada kejelasan.

Hadir dalam pertemuan itu antara Kabasarnas,  Marsdya TNI M. Syaugi,  Menteri Perhubungan, Budi Karya Mulya,  Ketua KNKT,  Soerjanto Tjahyono, Kapusdokkes Polri, Brigjen (Pol) Arthur Tampi dan pejabat yang mewakili Panglima TNI. 

Segala uneg-uneg, keresahan, galau,  emosi tertumpah dalam forum itu.  Satu-persatu mereka mengungkapkan betapa mereka segera membutuhkan kejelasan soal nasib dan identitas keluarga mereka yang menjadi korban pesawat itu. 

Bahkan Kabasarnas, Marsdya TNI M.Syaugi tak mampu membendung air matanya saat menjelaskan kepada keluarga penumpang Lion Air JT610 di hotel Ibis, Jakarta. 

Syaugi sampai terhenti berucap beberapa detik. Sampai-sampai jendral berbintang tiga itu harus diberi air mineral oleh Arthur Tampi yang duduk persis di sebelah kirinya. 

Tidak lama Kabasarnas yang turun sendiri memimpin operasi pencarian ini memberikan keterangan karena melihat sendiri bagaimana anggota SAR berjibaku berusaha mengevakuasi body part para penumpang. "Tapi kami tak akan berhenti untuk berusaha keras mengevakuasi," katanya. 

“Saya serius melakukan pencarian ini, saya tidak akan menyerah. Mudah-mudahan dengan waktu yang ada, akan kami temukan. Kami akan all out,” jelasnya.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahyono bahkan mengatakan, KNKT tetap akan melakukan pencarian Voice Cockpit Recorder (VCR)  meski bila sampai tambahan operasi Basarnas pencarian penumpang pesawat Lion Air JT610 tiga hari nantinya dihentikan. 

Pencari VCR Lion Air JT610 itu tetap dinilai penting untuk mengungkap kejadian yang sesungguhnya hingga  menyebabkan pesawat tersebut jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat,  Senin (29/10/2018) lalu. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration