Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Nasional

Diplomasi Kebebasan Ekonomi Menuju Perdamaian Dunia, Ini Penjelasan Megawati

Diplomasi Kebebasan Ekonomi Menuju Perdamaian Dunia, Ini Penjelasan Megawati Megawati Soekarnoputri upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dalam diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University, Fuzhou, Tiongkok, Senin (5/11/2018). (PDI Perjuangan for TIMES Indonesia)
Senin, 05 November 2018 - 14:27

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengangkat terminologi 'diplomasi kebebasan ekonomi menuju perdamaian dunia' yang mengelaborasi pemikiran Proklamator RI Bung Karno dengan Perdana Menteri pertama Republik Rakyat Tiongkok, Zhou Enlai. 

Menurut Megawati, ekonomi bisa menjadi alat berdiplomasi, namun harus dilandasi oleh prinsip politik. Dan prinsip politik yang dikutipnya adalah buah pemikiran Bung Karno dan Zhou Enlai.

Hal itu diungkap Megawati dalam orasi ilmiahnya di upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dalam diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University, Fuzhou, Tiongkok, Senin (5/11/2018). 

Megawati berpidato dalam bahasa Inggris saat menyampaikan orasi ilmiahnya. Untuk menjelaskan substansi diplomasi yang dimaksudnya, Megawati berkisah soal Bung Karno dan Zhou Enlai. 

Dirinya mengingat jelas bagaimana Bung Karno menugaskan PM Indonesia, Ali Sastroamidjojo, bertemu dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (PRT). Tugasnya untuk menyampaikan undangan resmi menghadiri Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955. 

"Bung Karno menyampaikan sebuah pesan, 'tibalah saatnya bagi Tiongkok untuk membuka pintunya bagi dunia'. Kemudian, pemerintah PRT menunjuk utusan khususnya, PM Zhou Enlai," ujar Megawati.

Dalam pembukaan KAA itu, Bung Karno menyatakan empat hal. Bahwa Rakyat dimanapun di kolong langit ini, tidak ingin ditindas dan dieksploitasi oleh bangsa lain. 

Kedua, rakyat dimanapun menuntut kebebasan dari kemiskinan dan ketakutan yang disebabkan ancaman. 

Ketiga, rakyat dimanapun menuntut kebebasan untuk menggerakkan aktivitas sosial yang membangun dalam upaya meningkatkan kebahagiaan individu maupun masyarakat.

Keempat, Rakyat dimanapun menuntut kebebasan berbicara untuk menuntut hak-haknya, yaitu demokrasi.

Sementara itu, dalam pembukaan KAA, Zhou Enlai menyampaikan pidato yang menegaskan 'Tiongkok tiba di sini untuk menggalang persatuan, bukan konflik', tutur Megawati.

Zhou juga menegaskan delegasi Tiongkok datang bukan untuk menyebarluaskan ideologi politik maupun sistemnya. Yang dicari adalah persamaan, untuk menyingkirkan penderitaan dan bencana akibat kolonialisme. 

Dalam konferensi tersebut, lanjut Megawati, Zhou Enlai mengusulkan lima prinsip yang dikenal sebagai Lima Prinsip Perdamaian Zhou Enlai. Yakni saling menghormati kedaulatan satu sama lain; tidak saling menyerang; tidak saling mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain; kesetaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan; dan hidup berdampingan dengan damai.

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration